Aplikasi 'sewa toilet' diuji coba

  • 5 Maret 2014
toilet
Dulu, para pengunjung festival kesulitan buang air kecil karena minimnya toilet umum.

Sebuah aplikasi ponsel yang memungkinkan orang menggunakan toilet pribadi warga dengan bayaran tertentu diujicobakan di festival Mardi Gras New Orleans.

AirPnP, yang diilhami oleh AirBnB, sebuah layanan untuk menyewakan properti pribadi warga kepada turis, mengatakan menawarkan "alternatif legal" untuk buang air kecil di tempat umum.

Pengguna bahkan dapat menilai seberapa menyenangkan "pengalaman buang air kecil" mereka lewat aplikasi tersebut.

Pencipta aplikasi ini mengatakan ia mendapat ide ketika kesulitan mencari toilet umum saat menghadiri festival Mardi Gras.

"Saat Mardi Gras pengunjung selalu mengalami kesulitan buang air secara legal," kata Airpnp di laman keterangan mereka.

"Masalah ini kerap dipecahkan dengan melakukan apa yang dikenal sebagai "buang air sembarangan."

Ada yang mengiklankan "surga porselen"

"Jika ketahuan, pelaku bisa dipenjara sepanjang akhir pekan di Penjara Orleans. Namun penalti ini tidak menghentikan ribuan orang untuk kencing sembarangan. Jelas hal ini membutuhkan solusi alternatif legal."

Hampir 2.000 orang telah mendaftar untuk menggunakan aplikasi ini. Saat berita ini diturunkan, daftar toilet yang bisa dipakai sudah bertambah menjadi 20 toilet.

Semua terletak di New Orleans, kecuali satu toilet yang berlokasi di Budapest, Hongaria.

"Kamar mandi bersih di rumah kami yang terletak di tengah kota," tulis seorang warga yang mengiklankan toilet mereka.

"Kertas toilet dan sabun pencuci tangan disediakan. Cermin besar untuk memeriksa penampilan anda."

Sebuah iklan toilet lain menawarkan "surga porselen" di rute pawai Mardi Gras dengan bayaran US$3 (Rp34 ribu per kunjungan).

Berita terkait