Lansia Jepang temui cucu yang diculik Korea Utara

north korea abductee japan Hak atas foto AFP
Image caption Shigeru dan Sakie Yokota puluhan tahun berusaha mencari Megumi

Orang tua gadis Jepang yang diculik oleh Korea Utara menyebut pertemuan dengan cucu perempuan mereka sebagai sebuah "keajaiban."

Megumi Yokota diculik oleh agen Korea Utara saat pulang sekolah pada 1977, ia baru berusia 13 tahun.

Korea Utara mengatakan ia menikahi seorang warga Korea Selatan yang juga diculik dan bunuh diri pada 1994.

Orang tuanya diizinkan bertemu cucu mereka untuk pertama kali di Mongolia minggu lalu, kata kementerian luar negeri Jepang.

Megumi Yokota adalah salah satu warga Jepang yang diculik oleh Pyongyang di era 1970-an dan 1980-an untuk melatih mata-mata Korea Utara.

Korea Utara telah mengembalikan lima orang korban penculikan dan mengatakan lainnya sudah meninggal dunia tapi mereka tidak bisa memberikan bukti kematian.

Kasus Megumi Yokota, sebagai korban penculikan termuda, menjadi berita besar di Jepang.

Ia diculik oleh agen rahasia Korea Utara di kota Niigata dan dibawa ke negara itu dengan kapal.

Orang tuanya Shigeru dan Sakie Yokota selama puluhan tahun berjuang untuk mengetahui apa yang terjadi pada anak mereka.

Korea Utara mengembalikan apa yang mereka sebut sebagai sisa jenazah Megumi pada 2004 tapi tes DNA menyatakan jenazah itu bukan Megumi.

Kementerian luar negeri Jepang pada hari Minggu mengumumkan bahwa pasangan Yokota bertemu cucu perempuan mereka di ibukota Mongolia Ulan Batur selama beberapa hari.

Pasangan itu mengatakan pertemuan dengan Kim Eun-gyong yang berusia 26 tahun adalah "peristiwa ajaib dan membawa kebahagiaan besar."

"Kami berharap pertemuan ini bisa membuka jalan untuk menyelamatkan semua korban penculikan," kata kantor berita Kyodo.

Berita terkait