Akses digital untuk Perpustakaan Vatikan

vatikan Hak atas foto Reuters
Image caption Sedikitnya 3.000 dokumen akan dipindai dalam empat tahun

Perpustakaan Vatikan mulai melakukan digitalisasi kumpulan naskah kuno yang berasal dari asal-usul gereja.

Tahap pertama dari proyek ini akan mencakup sekitar 3.000 dokumen tulisan tangan selama empat tahun ke depan.

Biaya - yang diperkirakan lebih dari US$20 juta- akan ditanggung oleh perusahaan teknologi Jepang yaitu NTT Data.

Nantinya, perpustakaan tersebut diharapkan dapat menyediakan sekitar 82.000 naskah online.

"Naskah yang akan dibuat secara online terdiri dari jaman pra-Kolumbia Amerika sampai ke China dan Jepang di wilayah Timur Jauh, meliputi bahasa dan budaya yang menandai kebudayaan Eropa," kata pustakawan Vatikan Monsignor Jean-Louis Brugues.

Sebanyak 3.000 dokumen yang akan dipindai secara digital selama empat tahun ke depan meliputi salinan karya sastra Yunani dan Latin klasik serta naskah dari abad pertengahan dan Renaissance.

Perpustakaan, didirikan oleh Paus pada abad ke-15, juga berisi karya-karya penting seperti matematika dan ilmu pengetahuan, hukum dan kedokteran dari zaman dulu sampai sekarang.

Tujuan jangka panjang dari proyek ini adalah membuat 40 juta halaman dokumen menjadi online.

Pada tahun 1980-an, Vatikan meyakinkan televisi Jepang yaitu Nippon Television untuk dapat menyediakan dana besar untuk pemulihan Kapel Sistina, seperti yang dilaporkan oleh wartawan BBC David Willey di Roma.

Berita terkait