Ebola menewaskan 62 orang di Guinea

  • 26 Maret 2014
Pencegahan Ebola
Wabah Ebola di kawasan Afrika diperkirakan berawal dari Uganda, Kampala.

Pemerintah Guinea melarang penjualan dan konsumsi kelelawar untuk mencegah penyebaran virus Ebola yang mematikan.

Menteri Kesehatan Guinea, Rene Lamah, mengatakan kelelawar tampaknya menjadi medium utama dari wabah Ebola di kawasan selatan negara itu.

Sejauh ini sudah 62 orang tewas karena Ebola di Guinea dan laporan tentang dugaan kasus Ebola juga ditemukan di negara tetangga Liberia dan Sierra Leone.

Ebola tersebar melalui sentuhan langsung dengan tingkat kematian korban antara 25% hingga 90%.

Gejalanya antara lain pendarahan dalam dan luar, diare, dan muntah-muntah.

Untuk pertama kalinya Ebola menyebar ke Guinea, ketika wabahnya melanda Uganda dan Republik Demokratik Kongo yang jaraknya terpisah ribuan mil dari Guinea.

Lembaga bantuan kesehatan asal Prancis, Medecins Sans Frontieres, mengatakan sudah mendirikan dua lokasi karantina di selatan Guinea untuk mengendalikan wabah itu.

Sementara itu Sierra Leone mengatakan sedang menyelidiki laporan dugaan kasus Ebola dan hingga saat ini masih belum bisa dikukuhkan.

Salah satu dugaan kasus adalah tewasnya anak laki-laki berusia 14 tahun dua pekan lalu di Guinea dan dibawa pulang ke kampungnya di wilayah Sierra Leone.

Berita terkait