Ukraina tolak kenaikan harga gas dari Rusia

  • 6 April 2014
harga gas, ukraina Image copyright AFP
Image caption Gazprom mengatakan utang Ukraina kepada Russia US$1,7 miliar.

Ukraina menentang aksi Rusia yang menaikan harga pasokan gas hingga dua kali lipat untuk negara itu.

Perdana Menteri sementara Ukraina, Arseniy Yatsenyuk, mengatakan kenaikan harga dari Moskow merupakan sebuah bentuk "agresi ekonomi".

Yatsenyuk mengatakan Russia sedang mencoba untuk menghukum pemimpin baru Ukraina setelah pemerintahan pro-Moskow terguling.

"Tekanan politik tidak bisa diterima, dan kami tidak menerima harga US$500," kata Yatsenyuk kepada para menteri pada Sabtu (05/04).

"Rusia tidak mampu untuk merebut Ukraina dengan cara agresi militer. Sekarang mereka menerapkan rencana untuk merebut Ukraina melalui agresi ekonomi."

Menteri Energi Yuriy Prodan mengatakan Ukraina akan mencoba untuk bernegosiasi dalam perdagangan gas ini, tetapi memperingatkan jika perundingan itu gagal, warga Ukraina harus siap pasokan gasnya terhenti.

Prodan mengatakan pihaknya akan menempuh jalur hukum di pengadilan arbitrase Stockholm jika upaya-upaya menemui jalan buntu.

"Kami tidak mencoba untuk melanggar kontrak tapi (kami ingin) aturan harga yang adil," katanya.

Sementara itu, Moscow mengatakan kenaikan harga disebabkan oleh kegagalan Kiev membayar tagihan-tagihannya.

Perusahaan yang dikendalikan negara Rusia, Gazprom, mengatakan utang Ukraina tercatat sebesar US$1,7 miliar.

Gazprom menaikkan harga gas ke Ukraina sebesar 81% menjadi US$485,5 dari US$ 268,50 untuk 1.000 meter kubik.

Kenaikan terjadi di tengah ketegangan hubungan diplomatik setelah Moskow resmi mengambil Krimea dari Ukraina.

Berita terkait