Pria berjenggot kurang menarik?

  • 16 April 2014
George Clooney, Grant Heslov, Ben Affleck, Getty Image copyright Getty
Image caption Preferensi teori seleksi alam memegang peran penting dalam variasi jenggot pria.

Pria yang memiliki jenggot lebat ternyata kurang menarik, begitu menurut penelitian para ilmuwan di Sydney, Australia.

Penelitian itu menunjukkan semakin lebat jenggot pria membuatnya kurang menarik dan ini memberikan keuntungan daya saing bagi para pria yang mencukur bersih jenggotnya.

Mereka menanyai pria dan wanita untuk menilai tingkat ketertarikan pada empat jenis kelebatan jenggot.

Hasil penelitian telah diterbitkan dalam jurnal Biology Letters.

Dalam percobaan itu, pria berjenggot dan yang mencukur bersih menjadi lebih menarik saat tidak banyak orang ikut-ikutan.

Pola ini mencerminkan fenomena evolusi -perubahan sifat suatu populasi- atau "keuntungan bagi sifat yang jarang".

'Perubahan tren'

"Cara pikirnya adalah mungkin orang-orang mulai meniru gaya jenggot George Clooney atau Joaquin Phoenix, tetapi kemudian semakin banyak orang yang ikut-ikutan sehingga nilainya berkurang, itulah saat kita mencapai puncak tren jenggot," demikian disampaikan Prof Rob Brooks, salah satu dari tim peneliti dari Universitas New South Wales.

Baik pria maupun wanita menilai jenggot agak lebat dan sangat lebat lebih menarik bila terpelihara dengan baik saat masih belum menjadi tren.

Demikian pula, pria yang mencukur bersih janggutnya kurang menarik saat makin banyak orang memilih penampilan ini.

Para peneliti menyimpulkan preferensi teori seleksi alam memegang peran penting dalam variasi jenggot pria dan perubahan tren.

Berita terkait