Pasar Cina dongkrak keuntungan KFC

  • 23 April 2014
yum brands kfc
Penjualan Yum di KFC turun dalam beberapa kwartal

Pemilik merk makanan cepat saji KFC dan Pizza Hut,Yum Brands, melaporkan lonjakan keuntungan sebesar 18% pada kuartal pertama, dikarenakan penjualan yang melambung di Cina.

Perusahaan itu mendapat laba bersih sebesar US$ 399 juta selama tiga bulan sampai tanggal 22 Maret, naik dari seharga US$ 337 juta pada tahun yang lalu.

Penjualan di outlet di Cina naik 9% dari tahun lalu dan penjualan di outlet KFC naik 11%.

Penjualan produk-produk Yum Brands di Cina sempat merosot setelah adanya laporan pada akhir tahun 2012 yang mengatakan, bahwa mereka menyediakan ayam dengan kandungan antibiotik yang tinggi.

Perusahaan itu baru saja bangkit dari tuduhan tersebut, dan sekarang muncul kekhawatiran wabah flu burung di negara itu akan menurunkan penjualan.

'Bangkit kembali'

Penjualan di outlet KFC di Cina, yang merupakan salah satu pasar terbesar Yum itu, mengalami penurunan sebesar 15% pada tahun 2013, yang mengakibatkan merosotnya keuntungan sebesar 32% untuk tahun ini.

Sebelumnya pihak perusahaan itu telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini dan berusaha mendapatkan kembali kepercayaan pelanggan.

CEO Yum, David Novak, mengatakan angka terbaru dan pemulihan di Cina menunjukkan perusahaan itu "bangkit kembali".

"Dengan kekuatan yang ada di KFC dan Pizza Hut, kami berharap dapat membuka setidaknya 700 restoran baru di China pada tahun ini sebagai salah satu perusahaan terdepan di dunia," tambahnya dalam sebuah pernyataan.

Novak juga mengatakan perusahaan ini diharapkan dapat meraih peningkatan keuntungan sebesar 20% tahun ini.

Berita terkait