Pemerintah: Penundaan investasi Foxconn tak beralasan

foxconn Hak atas foto Reuters
Image caption Foxconn adalah pemasok komponen utama untuk Apple

Pemerintah Indonesia mengatakan keputusan perusahaan elektronik Foxconn menunda rencana investasi di Indonesia hingga pemerintahan baru terbentuk sebagai tidak beralasan.

Seorang sumber di perusahaan Foxconn Technology Group mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa mereka baru akan memutuskan pada bulan Oktober mengenai rencana investasi pabrik perakitan senilai US$1 miliar di Indonesia setelah pemerintah yang baru terpilih.

Indonesia akan menggelar pemilu presiden pada bulan Juli dan pemerintah yang baru diperkirakan akan mulai bekerja pada Oktober.

Pemerintah Indonesia sendiri sudah mengatakan masih membahas rincian proposal dengan Foxconn.

"Kami masih mengejar proyek itu dengan agresif dan komunikasi terus berjalan," kata sumber tersebut. "Tapi kami baru akan mengambil keputusan Oktober mendatang."

"Selama pemerintah Indonesia siap, Foxconn pun siap," tambah sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut.

'Tidak perlu menungggu'

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi di Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi, mengakui adanya penundaan namun ia mengatakan hal itu tidak beralasan.

"Tidak beralasanlah, tidak perlu menunggu pemerintahan baru sebenarnya karena perusahaan lain sudah investasi kok, ada yang bulan Oktober ada yang bulan Desember, misalnya Axio dan Renault, bahkan Nissan bulan Mei nanti mulai investasi," kata Budi kepada Heyder Affan dari BBC Indonesia.

"Jadi tidak perlu menunggu pemerintahan baru terbentuk karena Indonesia kan stabil," tambahnya.

Ia mengacu pada data investasi tahun lalu dimana tiga pabrik mobil dan 100 pabrik industri komponen berdiri.

Foxconn, pemasok utama untuk perusahaan Apple Inc, ingin berekspansi keluar Cina, dimana markas produksi utama mereka menuai kritik tajam dari kelompok aktivis buruh setelah serangkaian kasus bunuh diri dan kecelakaan kerja sejak 2010.

Pada bulan Februari perusahaan itu mengatakan akan menyerahkan proposal konkrit kepada pemerintah Indonesia tentang proyek tersebut dalam tiga bulan, namun sumber itu mengatakan diskusi dengan pejabat di Indonesia menemui kesulitan setelah pemilu legislatif pada bulan April.

Foxconn adalah induk perusahaan Hon Hai Precision Industry Co Ltd, kontraktor pabrikan elektronik terbesar di dunia.

Proyek Indonesia dinilai sebagai faktor kunci dalam upaya pertumbuhan penjualan grup Foxconn menjadi T$10 triliun (YS$333,3 miliar).

Berita terkait