Merugi, Malaysia Airlines evaluasi masa depan

  • 15 Mei 2014
malaysia airlines Hak atas foto REUTERS

Malaysia Airlines melakukan "evaluasi menyeluruh" terhadap rencana bisnis mereka untuk memastikan perusahaan itu dapat beroperasi dalam jangka panjang, seperti disampaikan maskapai tersebut pada Rabu (14/05).

"Rencana itu akan dibagi dengan pihak-pihak yang berkepentingan pada saat yang tepat ketika persetujuan dan dukungan telah diperoleh," kata pernyataan itu seperti dilaporkan Reuters.

Pendapatan kwartal pertama Malaysian Airline System Bhd (MAS) dirilis hari ini dan menunjukkan betapa buruknya dampak hilangnya pesawat MH370 pada 8 Maret terhadap finansial maskapai itu.

Dalam rencana bisnis di akhir 2011, MAS mengatakan ingin mendapat untung pada 2013 dengan cara mengakhiri rute-rute yang tidak menguntungkan dan berinvestasi di pesawat baru.

Namun MAS melaporkan kerugian tahunan selama tiga tahun berturut-turut dan mendorong terjadinya perubahan strategi.

Pekan lalu, sejumlah laporan menyatakan MAS mengadakan pembicaraan dengan bank-bank untuk tindakan strategis, termasuk penjualan sebagian unit teknik dan pembaruan pesawat-pesawat tua.

Selain berjuang melawan biaya operasi tinggi dan kompetitor regional serta internasional, pendapatan MAS tampak suram dengan berkurangnya lalu lintas dan biaya potensial dari hilangnya MH370 sehingga para analis mengatakan mereka tidak mampu mengeluarkan perkiraan Januari-Maret.

Bulan lalu, MAS mengatakan penumpang mereka merosot tajam setelah hilangnya pesawat MH370. Jumlah kursi yang terjual turun hingga 74,1%.

Berita terkait