Rokok mengancam anak muda Timor Leste

  • 5 Juni 2014
rokok Image copyright Getty
Image caption Konsumsi rokok dikhawatirkan merusak kesehatan kaum muda.

Timor Leste adalah salah satu negara yang memiliki tingkat perokok paling tinggi di dunia. Hampir dua pertiga orang terikat pada kebiasaan ini.

Menurut angka yang dipublikasikan jurnal Asosiasi Medis Amerika, 33% penduduk Timor Leste merokok tiap hari. Di sana 66% laki-laki merokok - persentase tertinggi di dunia.

"Lebih banyak anak muda yang merokok tiap tahun, terutama anak laki-laki," kata Dr Jorge Luna, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Ini hal yang sangat serius."

Hampir setengah penduduk di bawah 15 tahun dan permintaan jenis rokok barat kian meningkat.

Konsumsi rokok yang tinggi ini disebabkan oleh banyaknya perkebunan tembakau dan murahnya harga produk jual. Sebungkus rokok harganya kurang dari satu dolar AS dan warung-warung juga menjualnya per batang.

"Satu rokok harganya 10 sen, jika Anda membeli dua itu 20 sen, jika Anda membeli empat itu akan menjadi 25 sen," kata Luna.

Tembakau yang ditanam oleh para petani skala kecil untuk rokok yang dilinting sendiri bahkan lebih murah daripada merek bernama yang sering diimpor dari negara tetangga Indonesia.

'Guru merokok di kelas'

Image caption Timor Leste merupakan negara dengan tingkat konsumsi rokok tertinggi di dunia.

Sekolah di Timor Leste juga tidak menyediakan pendidikan kesehatan terkait rokok ataupun melarang konsumsi rokok di lingkungan belajar mengajar.

"Saya menyaksikan guru merokok selagi mengajar di kelas," kata Luc Sabot, direktur lembaga amal di sana.

"Sistem sekolah tidak memiliki aturan sama sekali tentang penggunaan rokok."

Ini membuat kekhawatiran akan dampak rokok pada anak-anak meningkat. Istri perdana menteri Timor Leste, Kirsty Sword Gusmao mengungkapkan kecemasan ini.

"Perusahaan tembakau di Indonesia dan di mana pun menargetkan anak-anak muda dan menampilkan kesan keren sebagai faktor," katanya seperti dilaporkan Peter Taylor.

Beberapa di antaranya padahal masih berusia 10 hingga 11 tahun. Namun industri tembakau selalu membantah perusahaan mereka menargetkan anak-anak muda.

Berita terkait