Buku Harvard bersampul kulit manusia

  • 6 Juni 2014
Buku dari kulit
Buku Destinees de l'ame disimpan di perpustakaan Houghton sejak 1930-an

Sebuah buku yang dimiliki oleh Universitas Harvard dijilid dengan menggunakan kulit manusia, kata para ilmuwan.

Des destinees de l'ame (Takdir Jiwa) selama ini disimpan di perpustakaan Houghton sejak 1930-an.

Dikatakan bahwa penulis Arsene Houssaye memberikan buku itu kepada temannya, Dr Ludovic Bouland, pada pertengahan tahun 1880-an.

Dr Bouland kemudian dilaporkan mengikat buku itu dengan kulit yang berasal dari tubuh seorang pasien perempuan yang menderita gangguan jiwa yang diklaim telah meninggal secara alamiah.

"Data analitis, yang diambil bersama-sama dari sumbernya yaitu Des destinees de l'ame, menyebutkan sumber itu berasal dari manusia bukan dari sumber lain," kata Bill Lane, direktur Harvard Mass Spectrometry dan Laboratorium Sumber Daya Proteomika, kepada Houghton Library Blog.

Praktek mengikat buku di kulit manusia -bibliopegy anthropodermic- dilaporkan sudah ada sejak awal abad ke-16.

Sejumlah catatan di abad ke 19 menyebutkan banyak mayat penjahat yang dieksekusi disumbangkan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, kulit mereka kemudian diberikan kepada para penjilid buku.

Berita terkait