Wajah pria dirancang untuk ‘terima pukulan’

Hak atas foto spl
Image caption Penelitian sebelumnya mengungkapkan evolusi wajah pria disebabkan oleh jenis makanan.

Penelitian baru mengungkapkan bentuk wajah leluhur pria berevolusi dengan fitur yang disesuaikan untuk menerima pukulan.

Tulang yang paling sering patah dalam perkelahian berevolusi menjadi bagian terkuat pada fase "hominin".

Bagian tersebut juga merupakan tulang yang membedakan fitur pria dan wanita.

Hasil riset yang dipublikasikan di jurnal Biological Reviews juga menyatakan kekerasan untuk memperebutkan wanita dan sumber daya menjadi faktor terkuat yang mendorong evolusi ini.

Temuan fosil menunjukkan australophits, spesies pendahulu manusia Homo, memiliki fitur wajah yang sangat kuat.

Sebelumnya, fitur yang sangat kuat ini dipandang sebagai proses beradaptasi dari jenis makanan kacang-kacangan, biji dan rerumputan.

Namun penemuan lebih jauh mengatakan susunan gigi pada spesies austhralopith menimbulkan keraguan terhadap hipotesa tersebut.

“Faktanya, ada kemungkinan mereka malah memakan buah-buahan,” papar ketua tim peneli Profesor David Carrier.

“Empat juta tahun lalu, bila tulang rahang Anda patah, Anda akan mati kelaparan,” paparnya.

Dalam perkelahian, struktur rahang, pipi, mata dan hidung merupakan area yang paling sensitif. Hal itu menyebabkan bagian-bagian ini selalu berbuah seiring evolusi manusia.

Berita terkait