Angelina Jolie : kekerasan seksual dalam perang adalah isu penting

Angelina Jolie Hak atas foto AP
Image caption Angelina Jolie bersama dengan Menlu AS dan Inggris menutup konferensi

Angelina Jolie mengatakan kekerasan seksual dalam konflik "berada di urutan teratas diplomasi internasional," seusai konferensi global mengenai isu tersebut berakhir.

Aktris dan utusan khusus PBB memuji para pemimpin laki-laki yang siap untuk menghadapi masalah yang dianggap "tabu" dalam isu tersebut.

Jolie menyampaikan masalah kekerasan seksual dalam konflik bersama dengan Menlu Inggris William Hague, yang menjadi tuan rumah pertemuan London.

Pernyataan Jolie dan juga Menlu Inggris dan AS disampaikan dalam penutupan pertemuan Mengakhiri Kekerasan Seksual dalam Konflik, yang dihadiri oleh perwakilan dari 120 negara.

Pertemuan yang diselenggarakan selama empat hari itu bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kekerasan seksual dalam konflik.

Isu kemanusiaan

"Salah satu aspek yang paling membesarkan hati dalam pertemuan ini adalah melihat banyaknya pemimpin laki-laki.... bersiap untuk menghadapi tabu di sekitar isu kekerasan seksual dalam konflik," kata Jolie dalam keterangan pers, setelah pertemuan berakhir.

"Masalah ini sekarang benar-benar berada di urutan teratas diplomasi internasional - dan kami akan bekerja untuk memastikannya tetap berada disana," kata dia.

"Perkosaan di medan perang bukan hanya merupakan isu perempuan, sebuah isu kemanusiaan: menjadi jantung dari perdamaian dan keamanan internasional."

Dalam konferensi yang dihadiri oleh para pejabat, diplomat, aktivis dan korban perkosaan yang selamat di medan konflik didiskusikan langkah yang lebih baik untuk menghukum pelaku dan melindungi para korban.

Berita terkait