Tuntutan 17 tahun penjara untuk Budi Mulya

  • 16 Juni 2014
Budi Mulya
Image caption Jaksa berpendapat Budi Mulya menyalahgunakan wewenangnya terkait Bank Century.

Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya, dituntut dengan pidana penjara selama 17 tahun dan denda Rp800 juta dalam pengadilan Tipikor, Senin 16 Juni 2014.

Jaksa mengatakan terdakwa menyalahgunakan kewenangan melawan hukum terkait penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dan pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek, FPJP, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

Perbuatan terdakwa dinilai merugikan keuangan negara sebesar Rp7,4 triliun.

"Terdakwa selaku Deputi Gubernur BI menyalahgunakan wewenang dalam jabatannya secara bersama-sama dengan Boediono selaku Gubernur BI, Miranda S Goeltom selaku Deputi Senior BI, Siti Fadjriah selaku Deputi Gubernur Bidang 6, Budi Rochadi, almarhum selaku Deputi Gubernur Bidang 7, Robert Tantular, dan Harmanus H Muslim," ujar jaksa KMS Roni.

Disebutkan pula bahwa tindakan Budi Mulya merusak reputasi Bank Indonesia.

Keputusan untuk memberikan bantuan kepada Bank Century, menurut jaksa, tidak didasarkan pada analisis yang dalam dan tidak ada riset yang dilakukan atas kondisi Bank Century.

Image caption Budi Mulya berkonsultasi dengan penasehat hukumnya saat sidang.

Budi dan pengacaranya akan menyampaikan pembelaan dalam sidang berikut yang direncanakan pada 30 Juni.

Pada hari yang sama di pengadilan Tipikor, Senin 16 Juni, jaksa juga menuntut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, dengan hukuman seumur hidup dan denda Rp10 miliar.

Berita terkait