Penemu serat ringan, Stephanie Kwolek wafat

  • 21 Juni 2014
Image copyright AP
Image caption Stephanie Kwolek mengaku sangat bersemangat mencari temuan baru.

Stephanie Kwolek, penemu kevlar -serat ringan yang digunakan dalam rompi anti peluru dan pelindung tubuh- tutup usia pada usia 90 tahun.

Stephanie Kwolek adalah seorang ahli kimia di perusahaan DuPont di Wilmington, Delaware, ketika dia menemukan serat ringan yang lebih kuat dari baja pada tahun 1965.

Pada awalnya, penemuannya ditujukan untuk digunakan dalam ban mobil.

Dalam sebuah pernyataan, pimpinan tertinggi perusahaan DuPont, Ellen Kullman menggambarkan Kwolek sebagai "seorang ahli kimia kreatif dan pelopor sejati kaum perempuan dalam ilmu pengetahuan".

Kwolek adalah satu-satunya karyawan perempuan dari DuPont yang memperoleh penghargaan Lavoisier atas prestasinya yang luar biasa.

"Saya tahu bahwa saya telah menemukan sesuatu," kata Kwolek dalam sebuah wawancara beberapa tahun yang lalu.

Image copyright ap
Image caption Serat ringan telah membantu jutaan orang di dunia, seperti digunakan untuk sarung tangan anti panas ini.

"Saya tidak berteriak 'Eureka,' tapi saya sangat bersemangat, seperti semangat kerja saya selama ini di dalam laboratorium, dan pihak manajemen pun sangat senang karena kami tengah mencari sesuatu yang baru, sesuatu yang berbeda."

'Perempuan luar biasa'

Dia pensiun dari perusahaan pada tahun 1986.

Sejak Kwolek menemukan Kevlar, bahan ini telah menyelamatkan ribuan nyawa, termasuk anggota kepolisian, Letnan David Spicer, yang pulih dari luka-lukanya pada tahun 2001.

Dalam wawancara melalui telepon, David Spicer mengomentari Kwolek. "Dia adalah seorang perempuan yang luar biasa," katanya kepada kantor berita Associated Press, AP.

Selain digunakan untuk pakaian pelindung, serat ringan ini juga digunakan dalam berbagai produk, termasuk pesawat terbang, ponsel, dan perahu layar.

Berita terkait