Pria ateis dimasukkan ke rumah sakit jiwa Nigeria

  • 4 Juli 2014
Mubarak Bala
Mubarak Bala menyatakan ingin rujuk dengan keluarganya.

Seorang laki-laki Nigeria yang ditahan di rumah sakit jiwa karena ia tidak percaya adanya Tuhan kini telah dibebaskan, kata organisasi kemanusiaan International Humanist and Ethical Union.

Mubarak Bala dibebaskan karena terjadi mogok kerja di rumah sakit. Menurut International Humanist and Ethical Union, Bala diberi obat secara paksa dan ditempatkan di ruang isolasi khusus pasien sakit jiwa selama 18 hari di kota Kano, Nigeria utara.

Keluarga Bala dilaporkan mengirimnya ke rumah sakit jiwa karena mereka mengkhawatirkan keselamatannya karena Bala secara terbuka menyatakan diri ateis setelah keluar dari agama Islam.

Wartawan BBC di Nigeria Will Ross melaporkan Mubarak Bala dikirim ke rumah sakit jiwa tanpa persetujuannya. Bala menuturkan ayahnya adalah seorang pemuka agama Islam yang tidak dapat menerima kenyataan bahwa ada anggota non-Muslim di dalam keluarganya.

Meskipun telah dibebaskan dari rumah sakit jiwa, lanjut Ross, masalah yang dihadapi Bala belum berakhir.

"Ia mendapat ancaman mati karena menistakan agama Islam," lapor Will Ross.

Menurut Bala, ia ingin rukun kembali dengan keluarganya tetapi ia ingin meninggalkan kampung halamannya di Nigeria utara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Berita terkait