Warga dambakan hidup yang lebih lambat

  • 16 Juli 2014
Digital
Image caption Sebagian besar responden mengatakan dunia berubah terlalu cepat

Sebuah studi global menemukan enam dari 10 orang merasa mereka menghabiskan waktu terlalu banyak untuk melihat layar elektronik.

Mereka mendambakan hidup yang lebih sederhana dan lambat.

Sebuah perusahaan riset, Ipsos MORI, meneliti lebih dari 16.000 orang dewasa di 20 negara untuk mengetahui dampak perkembangan teknologi pada kehidupan masyarakat.

Meskipun para responden terlihat frustrasi dengan pengaruh teknologi, namun penelitian tersebut menunjukkan kebanyakan orang mengakui betapa pentingnya teknologi.

Tiga perempat dari para responden mengatakan mereka pikir dunia berubah terlalu cepat.

Rata-rata dua dari tiga (64%) responden di seluruh dunia dan 61% warga Inggris mengatakan mereka percaya orang-orang menjalani kehidupan lebih bahagia "di masa lalu ketika mereka memiliki lebih sedikit masalah dalam hidup".

Uang bukan segalanya

Survei ini juga meliputi sikap responden terhadap privasi, tradisi dan globalisasi.

Hampir setengah dari responden mengatakan mereka bersedia mengeluarkan uang untuk meningkatkan tingkat privasi data mereka dan dua per tiga mengakui bahwa mereka tidak sepenuhnya membaca syarat dan ketentuan pada sebuah situs web sebelum menerima mereka.

Meskipun sebagian besar responden ingin menjalani hidup dengan cara mereka sendiri, tradisi masih dipandang sebagai bagian penting dari masyarakat.

Hampir separuh dari mereka yang ditanyai mengatakan mereka merasa di bawah tekanan untuk "menghasilkan uang", tetapi materi tidak dianggap sebagai jalan menuju kebahagiaan oleh sebagian besar responden - 61% tidak setuju dengan kalimat "Saya mengukur keberhasilan saya dengan hal-hal yang saya miliki".

Berita terkait