Pengakuan siswa Jepang tersangka mutilasi

Jenazah Aiwa Matsuo Hak atas foto AFP
Image caption Jenazah Aiwa Matsuo, 15 tahun, dibawa dengan mobil di Sasebo.

Siswa sekolah menengah Jepang yang ditangkap hari Minggu sudah mengaku membunuh dan memutilasi teman sekelasnya.

Kantor berita Kyodo mengutip sumber-sumber kepolisian yang mengatakan siswa perempuan tersebut mengaku 'ingin membunuh seseorang' dan memotong-motong tubuhnya.

Pembunuhan ini menjadi berita besar di Jepang, yang dalam beberapa waktu belakangan menghadapi peningkatan pembunuhan anak oleh anak.

Kasus mutilasi seperti ini pernah juga terjadi sebelumnya di kota yang sama, Sasebo, Jepang selatan, 10 tahun lalu.

Dalam pembunuhan terbaru, jenazah Aiwa Matsuo -yang berusia 15 tahun- ditemukan di rumah tersangka pada Minggu (27/07) pagi setelah dia tidak pulang dan orang tuanya menelepon polisi.

Kepala dipenggal

Sumber kepolisian menyebutkan tersangka pulang ke rumahnya -tempat dia tinggal sendirian sejak April- bersama Matsuo pada Sabtu malam.

Jenazah Matsuo ditemukan dengan kepala dan tangan terpenggal sementara perutnya terbuka karena potongan.

Sebuah martil dan gergaji juga ditemukan di rumah tersangka, remaja perempuan yang berusia 16 tahun.

Ibu remaja perempuan itu meninggal karena kanker tahun lalu dan ayahnya sudah menikah kembali, seperti dilaporkan media setempat.

Dia rencananya akan sekolah ke luar negeri dan kini akan menjalani evaluasi psikologis.

Berita terkait