Menghapus tumor dengan 'operasi balon'

Hak atas foto barcroft media
Image caption Pria ini mengaku tidak nyaman dengan "benjolan balon" di atas kepalanya, utamanya saat tidur malam.

Seorang pria kelahiran Bulgaria menjalani operasi dengan metode peregangan kulit di atas kepalanya untuk menyingkirkan tumor dari dalam kepalanya.

Selama menjalani proses operasi ini, Chris Sotyanov harus rela "membiarkan" kemunculan semacam benjolan balon di belakang kepalanya.

Dalam rentang enam bulan, tim dokter akan memasukkan semacam cairan ke dalam "balon" itu sehingga akan membesar secara perlahan.

Stoyanov, yang berusia 30 tahun,mengaku tidak nyaman dengan "benjolan besar" di atas kepalanya itu, terutama ketika tidur di malam hari.

Warga Wothing, West Sussex, Inggris ini mengatakan, dia harus bersikap sangat hati-hati karena tim dokter memberitahu bahwa benjolan itu dapat "meledak".

"Sangat tidak nyaman karena benjolan itu terus membesar. Jadi saya harus lebih lebih berhati-hati," kata Stoyanov yang telah memilih pindah dari Bulgaria ke Inggris untuk menyembuhkan tumornya.

Tapi, metode yang dilakukan ahli bedah plastik Niall Kirkpatrick ini telah berjalan seperti diharapkan.

Hal ini ditandai kulit "palsu" di bagian belakang kepalanya terus tumbuh dan telah menutupi seluruh batok kepalanya.

"Enam bulan itu tidak sebentar. Semuanya seperti berjalan lambat. Tapi akhirnya metode ini terbukti sukses."

Kulit dari pahanya

Sebelumnya, selama 17 tahun Stoyanov telah berulangkali mengikuti operasi untuk menyingkirkan tumornya, sebelum memilih operasi dengan metode baru ini.

Di usia 13 tahun, dia didiagnosa memiliki tumor di kepalanya. Walaupun berulangkali mengikuti operasi di Bulgaria, ahli bedah tidak bisa menyingkirkan tumornya secara permanen.

Setelah menyerah pada upaya pengobatan di Bulgaria, dia kemudian pindah ke Inggris pada tahun 2009.

Di London, dia diberitahu bahwa apabila tumor itu dibiarkan tumbuh dapat menembus tengkoraknya dan sekaligus membunuhnya.

Para ahli bedah mengatakan, operasi yang dijalani Stoyanov selama ini gagal menghilangkan semua jaringan tumor sehingga dia tumbuh kembali.

Untuk menyingkirkan tumor dari kepalanya, tim dokter harus mengambil kulit kepala pria 30 tahun itu sepanjang 23cm, yang diganti dengan kulit dari pahanya.

Sebuah "balon" secara bertahap diisi dengan 950ml cairan yang dimasukkan dengan selang melalui telinga kanannya.

Berita terkait