Anak singa tuntun penjaga ke bangkai induknya

  • 13 Agustus 2014
Image copyright PA
Image caption Anak singa ini menuntun penjaga menemukan bangkai ibunya di sebuah bukit

Seekor anak singa menuntun penjaga hutan untuk menemukan bangkai induknya di sebuah suaka alam, perilaku yang dianggap tak biasa.

Seorang jagawana atau penjaga hutan yang melihat anak singa itu sembunyi di semak-semak, mengikutinya dan menemukan bangkai sang induk si sebuah bukit sekitar itu.

Anak singa itu lalu menjaga sang induk sampai penjaga kembali bersama polisi dan pejabat suaka, untuk mengangkut bangkai itu.

Pemeriksaan menunjukkan, singa betina itu mati karena berkelahi dengan binatang lain, kemungkinan besar sekawanan banteng.

Menurut Anshuman Sharma, pejabat lembaga pelestarian hutan di Gir, India, perilaku anak singa itu tergolong "langka" "sangat tak lazim" - yang tak pernah ia lihat selama bertahun-tahun dirinya mengamati singa.

Kawasan Gir di Gujarat merupakan habitat singa Asia, dan menurut sensus 2010, terdapat 411 ekor singa di suaka alam itu.

"Si Cantik"

"Di Sabtu siang itu saya berpatroli di daerah Tulsi-Shyam di suaka itu, ketika saya melihat seekor anak singa bersembunyi di semak-semak," jagawana Rana Mori berkisah pada BBC.

Anak singa sekecil itu tak pernah sendirian, mereka selalu didampingi induknya, kata Rana Mori. Makanya ia mencari induknya.

"Saya kuntit anak singa itu, yang menuntun saya ke bangkai induknya yang terbaring di sebuah bukit. Induk singa itu bernama Rupa [Si Cantik]. Kelihatannya seakan dia sedang tidur, namun tatkala ternayata tak juga bergerak, lalu saya colek-colek dengan tongkat. Tahulah saya bahwa dia sudah mati," kata Mori.

Rana Mori turun untuk meminta bantuan polisi dan petugas hutan guna mengangkut bangkainya. Dan ketika mereka kembali, anak singa itu masih duduk di sana.

Singa berusia sekitar 11 tahun itu mengalami patah tulang iga, luka dalam, dan mati kehabisan darah, jelas pejabat pelestarian, Anshuman Sharma.

Pakar singa, Yadvendra Dev Jhala dari Wildlife Institute of India mengatakan kepada BBC bahwa ia tak pernah mendengar ada kejadian seperti itu sebelumnya.

Namun katanya, di Gir jarang sekali terjadi masalah antara singa dan manusia, dan "singa biasanya mengenal penjaga dengan baik."

Singa penyendiri

Anshuman Sharma menambahkan, singa memiliki perilaku sosial yang berbeda. "Mereka tak seperti anjing, tidak akan mengulurkan kaki atau menggoyangkan ekor, tapi kami yakin bahwa mereka mengenali penjaga yang mereka lihat dari hari ke hari."

Ia menyebut pula, anak singa sangat bergantung pada induknya untuk bertahan hidup hingga umur dua setengah hingga tiga tahun.

Adapun anak singa kita yang malang itu, kini berada dalam pemantauan seksama para petugas suaka.

"Induknya, Rupa, tampaknya seekor singa penyendiri, yang hidup dan berburu sendirian. Namun sekarang, setelah dia pergi, kami yakin anaknya akan bergabung dengan kelompok singa lain, atau dirawat oleh singa betina lain," tutur Sharma lagi.

Berita terkait