Mubarak 'tidak perintahkan' pembunuhan demonstran

  • 13 Agustus 2014
Mubarak
Mubarak mengatakan ia berupaya keras untuk melakukan tugas sebagai presiden.

Mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak mengatakan kepada pengadilan ia tidak memerintahkan pembunuhan demonstran pada 2011.

Mubarak, 86, berbicara untuk pertama kalinya di pengadilan, dalam sidang dengan dakwaan konspirasi membunuh ratusan pengunjuk rasa.

Mubarak mengakui ia melakukan kesalahan namun mengatakan ia berupaya sekeras mungkin untuk melakukan tugasnya sebagai presiden.

Ia digulingkan dalam pemberontakan rakyat pada Februari 2011 setelah hampir 30 tahun menjabat.

Mubarak mundur setelah unjuk rasa selama 18 hari dengan korban tewas paling tidak 365 orang.

Sidang Mubarak ditunda sampai 27 September untuk mendengarkan vonis.

Dalam pernyataan selama sidang Rabu (13/08) yang berlangsung 25 menit, Mubarak duduk di kursi roda.

'Semakin lanjut usia'

"Mohammed Hosni Mubarak yang tampil di depan Anda hari ini tidak pernah memerintahkan pembunuhan pengunjuk rasa atau menumpahkan darah warga Mesir," kata mantan pemimpin itu.

"Saya menghabiskan seluruh hidup saya untuk membela Mesir dan putra bangsa. Saya mengatakan demi Allah, Anda dan rakyat bahwa saya menghabiskan hidup saya berjuang melawan musuh negara," tambahnya.

Ia menambahkan dengan semakin lanjut usianya, kesadarannya semakin jelas.

Mei lalu Mubarak divonis tiga tahun penjara karena korupsi.

Pada 2012, Mubarak dinyatakan bersalah membunuh para pengunjuk rasa dan dihukum seumur hidup bersama Mantan Menteri Habib al-Adly.

Berita terkait