Korea Utara batal kirim pemandu sorak ke Korsel

  • 29 Agustus 2014
korut Image copyright AP
Image caption Korea Utara terakhir kali mengirim pemandu sorak pada 2005

Korea Utara membatalkan keputusan untuk mengirim pemandu sorak ke Korea Selatan untuk ajang Asian Games.

Pyongyang mengatakan satu kelompok akan mendampingi para atlet yang berpartisipasi dalam turnamen itu pada bulan September di kota Incheon, Korea Selatan.

Namun Korea Utara kemudian berubah pikiran karena Korea Selatan tampak "tidak senang."

Korea Utara menuduh Korea Selatan meributkan soal detail dan memandang kelompok pemandu sorak itu sebagai alat propaganda politik.

"Selatan mempermasalahkan skala kelompok pemandu sorak dan ukuran bendera DPRK [Korea Utara]," kata sebuah pernyataan oleh kantor berita Korea Utara KCNA.

Pernyataan itu juga mengatakan Korea Selatan "akhirnya mengangkat isu biaya yang tidak pernah disebutkan oleh pihak Utara dan mengakibatkan pembicaraan pun runtuh."

Korea Selatan mengatakan mereka kecewa dengan langkah "unilateral" itu dan berharap Pyongyang akan berubah pikiran.

Image copyright Reuters
Image caption Ri Sol-ju, istri Kim Jong-un, diduga pernah menjadi pemandu sorak
Image copyright AFP
Image caption Korea Utara juga mengirim pemandu sorak ke Cina pada 2007

Pemandu sorak Korea Utara terakhir kali muncul pada Kejuaraan Athletics Asia 2005, juga diadakan di Incheon.

Kontingen Utara terdiri dari 101 orang, termasuk, berdasarkan laporan, Ri Sol-ju yang kemudian menikahi pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Ketegangan terus terjadi di antara kedua Korea yang secara teknis masih berperang setelah perang Korea 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata dan bukan pakta perdamaian.

Pyongyang diyakini masih melakukan pembangunan senjata nuklir dan sudah tiga kali melakukan uji coba nuklir, yang terakhir kali pada 2013.

Berita terkait