Korban perkosaan di Delhi menuntut taksi Uber

uber driver Hak atas foto Reuters
Image caption Polisi mengawal sopir Uber yang dituduh memperkosa di pengadilan di New Delhi.

Seorang perempuan India yang mengatakan diperkosa seorang sopir perusahaan taksi Uber di Delhi telah memasukkan tuntutan kepada layanan berbasis web itu di sebuah pengadilan di Amerika Serikat.

Perempuan berusia 26 tahun tersebut menuduh Uber gagal menjamin keselamatan penumpang dan meminta ganti rugi yang tidak disebutkan.

Uber mengatakan dalam penyataannya bahwa mereka bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memastikan 'pelaku pemerkosaan dihadapkan ke pengadilan'.

Sopir yang bernama Shiv Kumar Yadav itu sedang diadili dengan dakwaan pemerkosaan dan penculikan.

Perempuan itu menuduh sang sopir membawanya ke tempat terpencil dan memperkosanya, namun dibantah sopir taksi tersebut.

Hak atas foto AFP Getty
Image caption Perangkat lunak Uber digunakan di banyak negara di dunia.

Pengacara perempuan itu memasukkan tuntutannya di pengadilan di San Francisco, tempat Uber berbasis, dan meminta pengadilan melindungi identitasnya.

Dalam tuntutan tersebut, layanan Uber digambarkan sebagai padanan pemberian tumpangan elektronik di zaman modern.

Melalui sebuah pernyataan, juru bicara Uber, Nairi Hourdajian, mengatakan perusahaanya 'sangat bersimpati kepada korban kejahatan mengerikan itu''.

Delhi melarang Uber dan beberapa perusahaan taksi berbasis internet lainnya karena ketidakmampuan mereka melakukan pemeriksaan yang memadai atas para sopir pada bulan Desember.

Berita terkait