Pengguna WhatsApp mencapai 1 miliar tiap bulan

Hak atas foto AP
Image caption Tercatat ada satu miliar pengguna WhatsApp setiap bulan.

Layanan berbagi pesan WhatsApp digunakan satu miliar pengguna setiap bulannya, menurut laporan Facebook.

Jumlah pengguna aplikasi milik Facebook tersebut bahkan telah melampaui jumlah pengguna Messenger, layanan berbagi pesan lewat Facebook, yang digunakan 800 juta orang setiap bulan.

WhatsApp mengungkapkan setiap hari terdapat 42 miliar pesan dan 250 juta video dikirim lewat layanan tersebut.

Hak atas foto Getty
Image caption WhatsApp masih kalah saing dengan sejumlah produk di berbagai 'pasar lokal'.

Namun, salah seorang analis mengklaim WhatsApp masih kalah saing jika disandingkan dengan sejumlah produk di berbagai 'pasar lokal'

“Masih banyak pasar besar yang belum dikuasai WhatsApp,” kata Jack Kent, analis telepon selular dari lembaga IHS.

“Di Cina, WeChat memiliki 500 juta pengguna, sementara Line populer di Jepang dan Kakao Talk di Korea Selatan. Meskipun begitu, secara internasional, WhatsApp memang yang paling sukses," kata Kent.

Hak atas foto Reuters
Image caption Secara internasional, WhatsApp tetap yang paling sukses.

“Salah satu alasan suksesnya adalah karena WhatsApp fokus pada komunikasi dan biayanya juga sangat murah. Aplikasi-aplikasi lain fokus ke games, stiker dan berbagai pernak-perniknya. Tetapi yang menjadi daya tarik WhatsApp, aplikasi ini minim sekali hal-hal itu," tambah Kent.

Facebook membeli WhatsApp pada 2014 senilai US$19 miliar atau Rp258 triliun.

Hak atas foto AP
Image caption Facebook membeli WhatsApp untuk mengurangi saingan Messenger-nya.

Data pengguna yang diberikan WhatsApp kepada Facebook membantu perusahaan milik Mark Zuckerberg itu untuk lebih fokus menargetkan iklan-iklannya.

“Ketika membeli WhatsApp, Facebook sebenarnya sedang gencar-gencarnya membuat orang bergabung dengan Messenger. Namun, ada risiko bahwa upaya tersebut gagal jika Facebook punya saingan kuat, Whatsapp.” ungkap Kent.

Meski demikian, imbuhnya, WhatsApp tetap saja harus berjibaku melawan pemain domestik yang mampu mengomersialkan produknya dengan sangat baik.

Berita terkait