Cerita di balik 'penangkapan ikan Louhan berlogo PKI'

Hak atas foto FACEBOOK l AGAN HARAHAP
Image caption "Berdasarkan keterangan saksi, Itta (30 tahun), ikan louhan bercorak logo PKI itu sudah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat sejak ikan tersebut dijual sejak kurang lebih sebulan yang lalu," tulis Agan Harahap di Facebooknya.

#TrenSosial: Pesan itu muncul Senin (09/05) malam, beredar di grup-grup WhatsApp dan dibagikan oleh kawan-kawan di Facebook, Twitter, dan jejaring sosial lain. Isinya membuat orang mengernyitkan mata, heran, dan tak percaya: Seekor Ikan Berlogo PKI Diamankan Polisi.

Komunis atau lambang palu arit memang sedang ramai diberitakan. Sejumlah acara - seperti Pesta Sastra ASEAN di Jakarta dan pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta di Yogyakarta - mendapat tekanan karena dianggap 'berbau' komunis. Akhir pekan lalu, kepolisian menangkap pedagang kaos di kawasan Blok M karena menjual kaus berlambang palu arit - simbol yang sering dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia dan secara hukum masih dilarang penggunaannya.

Tapi... apakah ikan yang tidak bersalah juga harus ditangkap? Apa betul dia ikan milik PKI?

Berita baiknya (terlebih bagi Anda penyayang binatang), cerita penangkapan ikan louhan itu adalah karangan belaka dan simbol palu arit yang nongol di dahinya juga direkayasa.

Adalah seniman kontemporer Yogyakarta Agan Harahap, yang dikenal dengan kemahiran edit foto, yang berada di balik cerita palsu itu. Dia pertama kali mengunggah kisah ikan PKI ini di Facebook milikinya, yang hingga kini telah dibagikan lebih dari 3.400 kali.

"Tim aparat gabungan Polres Bantul dan Intelgab Kodam Jaya berhasil mengamankan seekor ikan jenis louhan yang memiliki corak menyerupai palu arit di kepalanya. Ikan louhan tersebut dijual di sebuah kios di PASTY (Pasar Hewan Dan Tanaman Hias Yogyakarta) Jalan Raya Bantul," tulis Agan disertai dengan foto ikan louhan.

Kepada BBC Indonesia, Agan mengaku menciptakan cerita itu karena jengah dengan sentimen anti-komunis yang dianggap berlebihan. "Kemarin di Jogja film Pulau Buru Tanah Air Beta digruduk ormas, kemarin pemilik toko kaos itu ditangkap, saya pikirnya kalau film udah, kaos udah, sekarang apa lagi?"

Hak atas foto Agan Harahap
Image caption Agan Harahap (kanan) merekayasa banyak foto, termasuk foto dirinya dengan petinju terkenal Filipina, Manny Pacquiao.

"Saya melihat isu ini [anti-komunisme] sebagai orang luar yang tidak ada keterlibatan apapun di sana. Karena itu saya mengambil cerita ikan, membiarkan ikan sebagai sosok tertuduh..." jelas Agan sambil tertawa.

Cerita karangan dengan foto ikan editan itu kemudian juga menyebar ke forum-forum online dan sejumlah situs. Sebagian orang menertawakannya dan ikut berkomentar jahil. "Bahaya laten ini! Pasti nih ikan keturunan DN. Aidit! Sekap!!!" kata satu pengguna. Lainnya mengatakan, "kenapa ikan itu bisa senekad itu? Harus dicari dalangnya."

Walau banyak yang menganggap ini adalah lelucon, Agan menilai cerita palsu itu memiliki maksud yang lebih serius. "Ini adalah bagian dari tugas seniman, menangkap fenomena yang terjadi di sekitarnya, menuangkannya, sehingga memiliki azas manfaat ke orang-orang di sekitarnya," jelas Agan.

Unggahan itu, menurut Agan, juga dimaksudkan sebagai upaya 'mencerdaskan bangsa' - untuk memicu sikap kritis karena tidak semua hal yang ada di media sosial benar adanya.

Menkopolhukam Luhut Pandjaitan, dikutip sejumlah laporan, menegaskan bahwa pemerintah akan menindak semua pihak yang terbukti menyebarkan paham komunis di Indonesia, namun mengatakan isu atribut PKI (termasuk lambang palu arit) tidak perlu ditanggapi berlebihan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan apapun dari ikan louhan terkait tuduhan penggunaan lambang PKI di dahinya tersebut.

Berita terkait