Pilih jalur partai, bisakah Ahok terhindar dari sandera parpol?

basuki tjahaja purnama Hak atas foto I GUSTI PUTU ARTHA
Image caption Ahok mengumumkan akan menggunakan kendaraan parpol dalam Pilkada 2017.

Setelah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memilih jalur partai politik bagi kendaraannya mencalonkan diri pada pemilihan 2017, muncul berbagai tagar mengkritik langkah gubernur yang biasa dipanggil Ahok ini, termasuk antara lain #BalikinKTPgue atau kembalikan KTP saya.

Permintaan mengembalikan KTP ini mengacu pada langkah yang dilakukan oleh relawan yang menamakan diri Teman Ahok dengan mengumpulkan satu juta KTP di Jakarta sebagai kendaraan untuk mencalonkan diri lagi dalam pemilihan gubernur pada 2017.

Image caption #BalikinKTPgue sempat popular di Twitter menyusul pengumuman Ahok.

Ahok mengumumkan jalur pencalonan Pilkada DKI Jakarta 2017 melalui tiga partai pendukung, Golkar, Nasdem dan Hanura dan tagar #BalikinKTPgue langsung populer hari Rabu (27/07).

Membalas tagar ini, Teman Ahok melalui Twitternya menulis, "dulu larang-larang orang kumpulin KTP. KTP terkumpul ga percaya. Pas dibuktiin diam aja. Lalu sekarang minta balikin KTP ... Buat yang belum tahu, sejak tahun lalu teman Ahok cuma kumpul KTP DKI, itu pun fotokopi. Yang luar DKI, silahkan hubungi kelurahan masing-masing."

Tapi dari mana tersebarnya tagar #BalikinKTPgue berasal, "kaget dan terharu" tulis organisasi ini karena menyebar seperti di bawah ini.

Salah satu dari banyak pertanyaan yang muncul menyusul langkah kendaraan partai politik ini termasuk akun @Geeningrat13 di Twitter yang meminta, "Tolong Ahok tetep dikawal, terutama program-programnya, jangan sampai dikendalikan partai."

Image caption Penyebaran #BalikinKTPgue di Indonesia.

I Gusti Putu Artha, penasehat Teman Ahok mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan parpol yang mengusung dan "sampai hari ini, sama sekali parpol tak minta mahar."

Independen atau partai

Hak atas foto I GUSTI PUTU ARTHA
Image caption Langkah memverifikasi dukungan 1 juta KTP untuk Ahok di Jakarta.

"Dari sisi persiapan, fakta menunjukkan bahwa Ahok tak tersandera kepentingan parpol dan ini bisa dibuktikan," kata Putu kepada BBC Indonesia.

Sejumlah kritikan melalui Twitter antara lain muncul dari Elfizal Azhar yang menulis, "Omongan Ahok hanya berumur 40 hari," dan Sis Mustasem yang menulis, "Ini jamannya dibohongin sebelum pemilihan...#BalikinKTPgue."

Akahkah Ahok tersandera oleh kepentingan partai politik pendukungnya?

Arie Sujito, pengamat politik partai dari Universitas Gajah Mada mengatakan Ahok telah menunjukkan memiliki rekor independensi walaupun pada saat pemilihan sebelumnya didukung oleh Gerindra dan PDI Perjuangan.

"Ahok memiliki track record yang independen, sekalipun saat pemilihan awal ditopang oleh parpol namun tak terjebak kepentingan politik. Ini cukup sebagai jaminan pada pendukungnya," kata Arie.

Tagar lain yang muncul menyusul keputusan Ahok memilih kendaraan politik partai politik ini adalah #TetapAhok yang antara lain digunakan oleh musisi Addie MS.

Berita terkait