BBC Indonesia

Utama > Dunia

Negara Barat 'memeras' Rusia soal Suriah

Facebook Twitter
16 Juli 2012 20:25 WIB
Pertempuran di seputar Damaskus

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan upaya Barat untuk meminta Moskow membicarakan sanksi terhadap Suriah mengandung "elemen pemerasan."

Lavrov mengatakan Barat mengancam untuk mengangkhiri misi pengawaasan PBB bila Rusia menolak rancangan resolusi perdamaian tentang Suriah.

Utusan khusus PBB Kofi Annan berada di Moskow dan diperkirakan akan mendesak Rusia untuk menekan para pemimpin Suriah guna memulai transisi politik.

Rusia memiliki hubungan dekat dengan Suriah dan telah memveto seruan campur tangan asing.

Moskow membagikan rancangan resolusi mereka sendiri yang berisi seruan untuk memperpanjang mandat misi pengawas yang berakhir hari Jumat. Namun rancangan itu tidak berisi ancaman sanksi terhadap Suriah.

Kunjungan Annan ke Moskow dilakukan di tengah laporan terjadinya pertempuran sengit di seputar ibukota Damaksus.

Wartawan BBC Jim Muir mengatakan bentrokan semakin mendekat ke ibukota dan pusat pemerintahan.

Para aktivis dan penduduk melaporkan tank-tank dan mortir digunakan di ujung selatan Damaskus, di kawasan Tadharmon dan Midan serta di dekat kam pengungsi Palestina.

Konvoi tentara dilaporkan diserang oleh tentara oposisi di kawasan Kfar Sousa.

Para penduduk dilaporkan melarikan diri sementara di bagian lain Kfar Sousa, para pengunjuk rasa menutup jalan raya dengan membakar ban-ban mobil.

Transisi politik

Lavrov mengatakan Barat telah mengatakan kepada Rusia untuk mendukung rancangan resolusi berisi sanksi atau mereka akan "menolak memperpanjang mandat misi pengawas."

Lavrov mengatakan "tidaklah tepat" untuk melakukan penekanan terhadap pemerintah Presiden Bashar al-Assad saja dan bukan termasuk pihak oposisi.

"Kami tidak mendukung Assad. Kami mendukung apa yang telah disepakati oleh semua pihak," tambahnya.

Namun ia mengatakan merupakan upaya yang diajukan Barat tidak realistik untuk membujuk Assad mengundurkan diri.

"Ia tidak akan turun. Dan ini bukan karena kami melindungi dia namun karena sejumlah penduduk Suriah mendukungnya," kata Lavrov.

Kofi Annan yang tiba di Moskow Senin (16/07) akan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin dan Lavrov untuk perundingan selama dua hari.

Annan diperkirakan akan meminta Lavrov untuk menekan pemerintah Suriah untuk memulai transisi politik.

Wartawan BBC Steve Rosenberg di Moskow mengatakan Annan mengetahui bahwa peranan Rusia penting untuk keberhasilan rancangan perdamaian yang ia ajukan, namun tidak ada petunjuk bahwa Kremlin akan siap untuk menerima usulannya.

Sebar

Email del.icio.us Facebook MySpace Twitter