Tradisi makan daging anjing di Korea Selatan

Terbaru  14 Juli 2011 - 19:07 WIB
Restoran daging anjing

Satu keluarga menyantap sajian daging anjing di Seoul, Korea Selatan.

Para pencinta binatang melakukan protes di pasar Seongnam, Korea Selatan untuk menentang tradisi makan daging anjing.

Sekitar 15 pegiat mengecam toko-toko yang menjual daging anjing dalam hari pertama tradisi tahunan menyantap daging anjing yang dimulai tanggal 14 Juli.

Salah satu tradisi lama Korea Selatan adalan makan daging anjing selama tiga hari untuk menghadapi cuaca panas.

Para pengunjuk rasa membacakan pernyataan menentang penjualan daging anjing dan mereka juga mengenakan rantai dan masuk ke kandang sebagai tanda penyiksaan yang dilakukan sebelum anjing disembelih untuk disantap dagingnya.

Selama protes, para penjual daging anjing berteriak lantang dan mengatakan tidak ada salahnya mengkonsumsi daging hewan itu.

Setelah protes, para pegiat berkumpul di satu lokasi untuk membagikan sup sayur kepada warga yang lewat.

"Dibandingkan daging lain, daging anjing memiliki lebih banyak protein dan lebih sedikit lemak."

Shin-Gwan-sup

Jenis anjing tertentu dipelihara untuk dipotong di Korea Selatan.

Antrian panjang

Mereka yang mendukung mengatakan bo-shin-tang atau sup pedas daging anjing bagus untuk kesehatan.

"Saya makan sup daging anjing karena dapat meningkatkan energi bahkan bilapun saya lelah," kata Shin-Gwan-sup di satu restoran.

"Dibandingkan daging lain, daging anjing memiliki lebih banyak protein dan lebih sedikit lemak," katanya.

Kebiasaan makan daging anjing di Korea mengundang protes dari para pegiat di luar negeri.

Aktris Prancis dan juga pencinta binatang Brigitte Bardot termasuk yang mengecam.

Tetapi restoran yang menyajikan daging anjing tidak bergeming. Warga juga rela antri panjang hari Kamis (14/07), hari pertama tradisi tiga hari menyantap daging anjing.

Makanan lain yang juga dianggap dapat digunakan untuk menghadapi cuaca panas termasuk sup ginseng ayam atau sangyetang. Namun harga ginseng tahun ini meningkat tajam.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.