Kendati menang, Guardiola akui City tak tampil dengan gaya yang diinginkan

Raheem Sterling Hak atas foto AP
Image caption Raheem Sterling adalah salah satu yang menemukan kembali permainannya di bawah Guardiola

Manajer Manchester City Pep Guardiola mengatakan, kemenangan 3-1 atas Barcelona di Piala Champions merupakan titik penting bagi klub, namun mengakui bahwa mereka tidak meraihnya dengan gaya permainan yang diinginkannya.

"Ini merupakan langkah berarti, dan kita bisa katakan bahwa sekali dalam hidup kita bermain melawan tim terbaik dunia dan mengalahkan mereka," kata Guardiola.

City tak pernah bisa mengalahkan Barca dalam lima pertemuan sebelumnya. Dalam laga tandang lalu, City ditekuk 0-4.

"Kami berhasil mengalahkan Barcelona, namun kali ini kami melakukannya dengan cara lain. Kami lebih bermain dengan bola jauh dan umpan panjang, karena kami masih belum siap untuk menguasai bola dan bermain seperti mereka."

"Mereka sudah bermain seperti itu sejak 25 tahun. Dan kami, baru tiga - empat bulan mencoba bermain dengan gaya berbeda ini."

City ketinggalan terlebih dahulu lewat gol ke 90 Lionel Messi di Liga Champions.

Namun dua gol Ilkay Gundogan dan tendangan bebas Kevin de Bruyne membalikkan keadaan.

"Saat mereka unggul 1-0, kami sungguh dalam kesulitan. Mereka memilik peluang mencetak gol kedua, dan kalau itu terjadi pertandingan berakhir -selesai," kata Guardiola."

"Kami berhasil menyamakan kedudukan, dan itu mengubah segalanya, mengubah situasi kami. Kami juga menyadari bahwa penataan serangan kami terlalu pelik, karena mereka menjalankan perkainan dengan tekanan tinggi."

"Kami tidak nyaman dan kami mengubah cara main. Kami mencoba bermain sedikit lebih langsung."

Guardiola, 45, merasa bahwa secara psikologis mereka sudah mengambil langkah besar kearah yang benar.

"Sekarang para pemain menyadari bahwa mereka telah menaklukkan tim terbaik di Eropa. Generasi mendatang akan melihat hal itu dan tahu bahwa mereka harus melakukannya lagi."

Musim lalu, City berhasil melaju ke semifinal di bawah pelatih Manuel Pellegrini.

Manchester akan lolos dari babak grup jika menang lawan Borussia Moenchengladbach.

Hak atas foto Rex Features
Image caption Mesut Oezil mencetak gol yang sublim untuk meloloskan Arsenal ke 16 besar.

Sementara itu, Arsenal memastikan lolos dengan kemenangan 3-2 atas Ludogorets Razgrad., setelah ketinggalan 0-2.

Dalam pertandingan sebelumnya di kandang Arsenal melumat klub Bulgaria itu 6-0, tapi siapa nyana kali ini mereka memberikan perlawanan berarti.

Ludogerets unggul 2-0 dalam tempo 15 menit lewat gol Barbosa (menit 12) dan Keseru (menit 15).

Arsenal berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 sebelum turun minum lewat gol Xhaka (menit 20) dan Giroud (menit 41), dan akhirnya mencetak kemenangan lewat gol Özil di menit ke 87.

Arsenal pun lolos ke babak 16 besar bersama Paris Saint German yang sama-sama mengumpulkan nilai 10 setelah mengalahkan Basel 2-1.

Berita terkait