Delapan perkara dari Liga Champions : Siapa yang lolos, siapa yang raib

Mesut Ozil, Gianluigi Buffon and Pierre-Emerick Aubameyang Hak atas foto Getty Images
Image caption Mesut Ozil, Gianluigi Buffon dan Pierre-Emerick Aubameyang, yang jadi pembicaraan di putaran empat Liga Champions.

Leicester ditahan tanpa gol oleh Kopenhagen, membuat klub asuhan Claudio Ranieri itu menjadi klub pertama yang tak kebobolan dalam empat pertandingan pertama Liga Champions. Ada pula kiper yang tak pernah tak kebobolan dalam 20 tahun kiprahnya di Liga Champions. Mengapa Embley jadi kandang yang membawa sial bagi Tottenham Hotspur? Serba-serbi Liga Champions putaran empat yang membuahkan 41 gol.

1. Siapa yang sudah lolos?

Sesudah empat putaran pertandingan, lima tim sudah memastikan tempat di 16 besar.

Selasa lalu Arsenal bergabung dengan Paris St-Germain, Atletico Madrid and Bayern Munich untuk melaju dari babak grup dengan dua pertandingan tersisia, lima tim lain berpeluang mengambil tiket mereka hari Rabu, namun cuma Borussia Dortmund yang benar-benar mengambil peluang itu, setelah mengalahkan Sporting Lisbon 1-0.

Juventus tertunda karena gol Lyon di ujung pertandingan yang menyamakan kedudukan -yang membuat Sevilla harus menunggu setidaknya satu pertandingan lagi. Leicester yang ditahan 0-0 oleh Kopenhagen membutuhkan satu angka saja di Liga Champions petama dalam sejarah klub, untuk lolos. Sementara Real Madrid juga tertahan gara-gara cuma mampu main imbang 3-3 di kandang Legia Warsawa.

2. 10 tahun, 41 pertandingan, 0 tak bobol

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kiper asal Rusia Igor Akinfeev sudah 10 tahu selalu kebobolan di Liga Champions.

"Orang-orang saja yang mempermalukan diri mereka sendiri dengan membicarakannya, bukan saya," begitu kata kiper CSKA Moscow Igor Akinfeev kalau ada orang mempertanyakan rekornya yang tak sedap: selalu kebobolan di pertandingan Liga Champions.

Sudah 10 tahun dua hari, 41 pertandingan sejak klubnya berhasil menghadang Arsenal. Kemarin cuma perlu 12 menit bagi pemain Monaco, Valere Germain untuk membobol gawangnya, dilengkapi dua gola Radamel Falcao dalam pertandingan yang dimenangkan klub Prancis itu 3-0.

3. Selamat datang di klub 100

Hak atas foto Getty Images
Image caption Penampilan awal Buffon di Liga Champions adalah bersama Parma, yang antara lain diperkuat Fabio Cannavaro, Lilian Thuram dan Hernan Crespo

Sesama kiper, Gianluigi Buffon dari Italia, memiliki kenangan lebih manis.

Penjaga gawang Juventus berusia 38 tahun itu mencapai penampilannya yang ke 100 di kiompetisi ini saat bermain seri 1-1 dengan Lyon.

Ia kini mencatat rekor penampilan yang sama dengan Andriy Shevchenko, tapi baru menempati posisi 28 dalam penampilan terbanyak. Kiper Porto yang merupakan legenda Real madrid yang terusir, Iker Casillas memimpin jauh di depan dengan 160 penampilan.

Sejak debutnya berasma Parma di Liga Champions 1997, Buffon memenangkan 44 dari 100 itu, dangan 42 clean sheets -jangan katakan ini pada kiper Timnas Rusia, Igor Akinfeev .

4. Apa gerangan dosa Aubameyang ?

Hak atas foto Cati Aubameyang
Image caption Pierre-Emerick Aubameyang berfoto di sebuah restauran dengan saudaranya jelang pertandingan.

Dicoretnya Pierre-Emerick Aubameyang dari tim Borussia Dortmund yang memenangkan pertandingan lawan Sporting Lisbon mengerenyitkan kening banyak orang, dan klub Jerman itu segera menjelaskan bahwa sang ujung tombak tak disertakan karena 'alasan internal .'

Sebuah gambar di Instagram, yang diambil saudaranya menunjukan bintang asal Gabon itu di restoran, sebelum ke stadion -untuk menonton.

Sejumlah media sosial menyentil penampilan yang berpakaian bak Inspektur Gadget, namun tak ada yang bisa sampai ke pokok misterinya. Boss Dortmund Thomas Tuchel cuma mengatakan bahwa itu merupakan 'langkah internal yang perlu diambil.'

Hak atas foto Getty Images
Image caption Beberapa media sosial membandingkan busana Aubameyang dengan Inspektur Gadget

5. Tumpul?

Apakah para penjaga gawang di Liga Champions jadi bekerja lebih mudah di lapangan -lagi: jangan singgung Igor Akinfeev.

Dari 16 pertandingan, terjadi 430 tembakan -jika upaya yang dihadang duluan juga dimasukkan.

Hanya 136 - masing-masing 68 dalam dua malam p[ertandingan- yang mengarah ke gawang. Jadi apakah apra pemain terbaik Eropa itu begitu buruknya dalam penyelesaian akhir?

Pertandingan tanpa gol Kopenhagen lawan Leicester malah hanya menghasilkan tiga tendangan ke arah gawang -yang paling sedikit di musim ini.

Real Madrid melawan Legia Warsawa berakhir 3-3, namun salah satu bintang paling subur di kolong langit, Christiano Ronaldo, bukan salah satu yang namanya tercatat di pencetak gol.

6. Pembicaraan di Twitter

Hak atas foto @Stuart_PhotoAFC
Image caption Ozil sudah mencetak lima goil di semua kompetisi

Gol Mesut Ozil di menit ke 87 saat Arsenal membalikan keadaan melawan Ludogrets menjadi buah bibir di media sosial, tentang betapa dinginnya ia melambungkan bola ke atas kepala kiper sebelum mengecoh dua pemain belakang.

Para petugas di Ludogrets juga tampak takjub, sebagaimana tampak pada sebuah gambar di media sosial.

Dalam 90 sesudah gol itu, nama Ozil disebut 220.000 kali di Twitter.

Arsenal menang 3-2 setelah ketinggalan 02, ini kemenangan dari ketinggalan dua gol yang ketiga kalinya mereka alami di Liga Champions, sebuah rekor tersendiri.

Hak atas foto Hector Bellerin
Image caption Pemain belakang Arsenal, Hector Bellerin turut memuji gol Mesut Ozil di Twitter

7. Ke mana senyuman itu?

Hak atas foto .
Image caption Fans Borussia Monchengladbach, berseloroh kendati hanya disebuit 'sebuah tim Jerman'

Borussia Monchengladbach penuh gelak tawa jelang kunjungan Celtic, setelah sebuah pub Skotlandia menyebut mereka sekadar "sebuah Tim Jerman" karena susah mengeja nama klub itu dalam pertandingan sebelumnya.

Tetapi setelah hasil seri 1-1, suasana berubah: klub itu jengkel karena sudah harus menghadapi Hertha Berlin Jumat malam besok.

Direktur sport Borussia, Max Eberl mengatakan: "Hal ini tak akan terjadi pada Bayern Muenchen."

8. Denmark inginkan Ranieri

Menjelang pertandingan yang berakhir seri di Kopenhagen, seorang wartawan Denmark menyebut pelatih Italia Claudio Ranieri seorang 'pencipta keajaiban,' dan memintanya menjadi manajer Timnas Jerman.

Dengan senyum, pelatih asal Italia yang berumur 65 tahun itu menjawab: "Saya masih begitu muda. Kalau saya sudah lebih tua sedikit, bolehlah."

Topik terkait

Berita terkait