Pangkostrad Edy Rahmayadi terpilih sebagai Ketua Umum PSSI

pssi, sepak bola, fifa Hak atas foto AFP
Image caption PSSI dibebaskan dari sanksi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) pada 13 Mei lalu.

Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Edy Rahmayadi terpilih sebagai ketua umum baru Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam Kongres PSSI di Ancol, Jakarta Utara, pada Kamis (10/11) sore.

Edy, yang dipilih 76 suara dari 107 suara, mengakhiri kekosongan kepemimpinan PSSI sejak induk olah raga sepak bola Indonesia itu dibebaskan dari sanksi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) pada 13 Mei lalu.

Berdasarkan hasil pemungutan suara, Edy mengalahkan mantan Panglima TNI, Moeldoko (23 suara), dan Eddy Rumpoko (satu suara) selaku Wali Kota Batu, Malang. Adapun tujuh suara lainnya tidak dihitung karena tidak sah.

Naiknya Edy Rahmayadi tak lepas dari dukungan sekumpulan pihak yang menamakan diri mereka 'Kelompok 85'.

'Kelompok 85' mengaku mewakili 28 asprov (asosiasi provinsi), 13 klub Liga Super Indonesia, 14 klub Divisi Utama, 13 klub Divisi Satu, serta 17 klub dari Liga Nusantara dan dua suara milik asosiasi pelatih serta pemain.

Setelah terpilih menjadi ketua PSSI, tugas Edy adalah membawa Indonesia menjuarai Piala Federasi Sepakbola ASEAN atau Piala AFF pada 19 November hingga 17 Desember 2016 mendatang.

Edy juga bertugas mempersiapkan timnas Indonesia untuk berlaga pada SEA Games 2017 dan Asian games 2018.

PSSI dibekukan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), pada 17 April 2015.

Imbasnya, FIFA menjatuhkan sanksi untuk Indonesia pada 30 Mei 2015 sehingga semua aktivitas PSSI di kancah sepak bola internasional dibekukan.

Namun, pembekuan itu dicabut FIFA enam bulan lalu.

Topik terkait