Lanjut ke babak 16 besar Liga Champions, Leicester cetak sejarah

leicester, champions Hak atas foto HANNAH MCKAY/EPA
Image caption Kemenangan atas Club Brugge mengantarkan Leicester menempati puncak klasemen Grup G dengan mengantongi 13 angka dari lima laga.

Juara Liga Primer musim lalu, Leicester City, mencetak sejarah klub setelah melangkah ke babak 16 besar Liga Champions dengan mengalahkan wakil Belgia, Club Brugge, sementara Tottenham Hotspurs tersingkir setelah kalah dari Monaco.

The Foxes-julukan Leicester City—sejatinya hanya memerlukan satu angka di Grup G untuk mendapat tiket ke babak 16 besar. Akan tetapi, anak-anak asuhan Claudio Ranieri itu justru merebut tiga poin saat bermain di hadapan ribuan pendukung mereka di Stadion King Power.

Kemenangan Leicester diraih berkat gol Shinji Okazaki pada menit ke-5 serta gol Riyad Mahrez dari titik putih pada menit ke-30. Satu-satunya gol balasan tim tamu dicetak Jose Izquierdo pada menit ke-52.

Hasil itu mengantarkan Leicester menempati puncak klasemen Grup G dengan mengantongi 13 angka dari lima laga. Tim Inggris lainnya yang mampu menembus babak 16 besar adalah Arsenal di Grup A.

Bagi para pemain Leicester, seperti kapten Wes Morgan, raihan tersebut adalah prestasi luar biasa mengingat posisi mereka di Liga Primer hanya berjarak dua poin dari zona degradasi, hasil dari tiga kemenangan, tiga imbang, dan enam kekalahan.

"Berada di posisi teratas grup Liga Champions, untuk klub seperti Leicester, adalah pencapaian dahsyat. Hasil ini lebih baik dari yang kami bisa bayangkan," kata Morgan.

Hak atas foto Reuters
Image caption Claudio Ranieri sukses mengantarkan Leicester City meraih gelar juara Liga Primer musim lalu.

Sebelum Liga Champions musim ini, Leicester City pernah tiga kali berlaga di kompetisi Eropa, yakni pada musim 1961-1962, musim 1997-1998, dan 2000-2001. Dari tiga kesempatan itu, Leicester tidak pernah beranjak dari putaran pertama. Satu-satunya prestasi adalah mengalahkan klub Irlandia Utara, Glenavon, saat babak praputaran Piala Winners' musim 1961-1962.

Setelah menjadi juara Grup G dalam Liga Champions musim ini, penentuan lawan Leicester pada babak 16 besar akan ditentukan dalam undian, 12 Desember mendatang.

Di awal Liga Pimer musim lalu, Leicester dianggap mustahil menjadi juara, dan di pasartaruhan hanya dijagokan dengan peluang 50-1, sebelum akhirnya menciptakan keajaiban langka dentgan meraih gelar juara. Di Liga Champions musim ini, peluang juara Leicester juga dianggap amat rendah, dengan kemungkinan 50-1 juga. Apakah Leicester akan menciptakan kejaiban kedua?

Hak atas foto Reuters
Image caption Bintan Tottenham Hotspurs, Delle Ali menutup mukanya dalam kekecewaan -melangkah gontai bwersama pemain Spurs lainnya usai kekalahan yang membuat mereka masuk kotak.

Tottenham tersingkir

Nasib berbeda diderita Tottenham Hotspurs, klub Inggris yang lebih memiliki sejarah. Klub London ini tersingkir dari babak grup setelah menderita kalah 1-2 di tangan klub Ligue 1 Prancis, Monaco. Ini merupakan kekalahan ketiga dari empat pertandingan Grup E.

Monaco lolos bersama klub Jerman Bayer Leverkusen yang bermain imbang dengan CSKA Moskow 1-1.

Pelatih Spurs, Mauricio Pochettino mengakui, timnya tak pantas lolos. khususnya karena menderita dua kekalahan sebelumnya justru ketika menjadi tuan rumah, di Stadion Wembley.

"Saya kira kami membuat terlalu banyak kesalahan dalam pertandingan kandang di Wembley. Kami tak patut untuk lolos ke babak selanjutnya, karena kami tak menunjukkan kualitas yang cukup untuk itu," katanya pahit.

Hasil seri 1-1 yang dipetik Leverkusen di kandang CSKA dalam pertandingan lain grup E, sebetulnya memberi nafas bagi Tottenham Hotspurs karena mereka tidak harus menang untuk sekadar memelihara peluang.

Spurs terpukul ketika kebobolan di menit ke 48 oleh gol Djibril Sidibe, namun memelihara lagi peluang dengan gol balasan lewat penalti Harry Kane di menit 52. Sialnya kurang dari satu menit setelah itu Spurs kembali kebobolan lewat gol Thomas Lemar.

Sesudah itu Tottenham Hotspur tak berhasi bangkit lagi. Hanya permainan gemilang kiper Hugo Lloris yang membuat Spurs tidak kebobolan lebih banyak lagi.

Berita terkait