Malaysia pertimbangkan mundur dari Piala AFF terkait nasib Rohingya

Myanmar, AFF, sepak bola Hak atas foto EPA/NYEIN CHAN NAING
Image caption Tuan rumah Myanmar berada dalam Grup bersama Malaysia dan akan bertanding di Yangon, Sabtu 26 November.

Malaysia mempertimbangkan untuk mundur dari Piala AFFF Suzuki yang berlangsung di Myanmar dan Filipina untuk babak penyisihan grup.

Langkah itu merupakan protes pemerintah Malaysia terhadap tindakan pemerintah Myanmar atas umat Islam Rohingya.

Babak penyisihan grup Piala AFF Suzuki 2016 mulai berlangsung Sabtu 19 November hingga 17 Desember mendatang.

Ketika dihubungi BBC Indonesia, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Khairy Jamaluddin, tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut.

"Saya tidak ingin membicarakannya dengan Anda, keputusan belum diambil," katanya dan langsung menutup telepon.

Bagaimanapun kepada wartawan, seperti dikutip kantor berita Reuters, dia mengatakan keputusan akhir akan diambil dalam sidang kabinet, Jumat (25/11).

"Sementara sudah lama kita ketahui bahwa Myanmar akan menjad tuan rumah, pertimbangan ini didasarkan pada laporan baru-baru ini dari Rakhine yang menunjukkan bukti-bukti serangan, yang dilaporkan memperlihatkan bukti-bukti genosida," kata Jamaluddin, Rabu (23/11).

"Tapi apapun nanti keputusannnya, kita harus tetap mengangkat masalah ini."

Hak atas foto AP
Image caption Foto satelit oleh DigitalGlobe yang menunjukkan dugaan penghancuran rumah umat Islam Rohingya di kampung, Wa Peik. Rakhine.

Kekerasan di Rakhine

Myanmar rencananya akan menjamu Malaysia dalam pertandingan di Grup B, Sabtu (26/11), di Stadion Thuwanna di Yangon.

Jika memang Malaysia mundur dari Piala AFF Suzuki, maka akan bertentangan dengan prinsip ASEAN untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri anggota.

Konflik di negara bagian Rakhine, Myanmar, menyebabkan umat Islam Rohingya mengungsi ke beberapa negara dan sebagian terdampar di Indonesia dalam perjalanan ke negara tujuan akhir.

Bulan lalu operasi militer digelar di Rakhine setelah sembilan aparat polisi tewas dalam serangan-serangan yang diatur di pos-pos perbatasan di Maungdaw.

Pemerintah menuduh kelompok militan Rohingya yang melakukan serangan tersebut dan sejak operasi militer berlangsung, menurut para pegiat Rohingya, lebih dari 100 orang tewas dan ratusan lainnya ditangkap.

Berita terkait