Kecelakaan pesawat: Delapan tragedi besar dunia olah raga

pesawat medellin Hak atas foto AP/Fernando Vergara
Image caption Para pemain klub Chapecoense sedang dalam perjalanan untuk bermain di final Piala Amerika Selatan saat pesawat jatuh di daerah berbukit menjelang Medellin, Kolombia

Dari kecelakaan udara yang membawa Mancheser United di Muenchen hingga bencana yang melenyapkan juara Italia Il Grande Torino dan seluruh tim skating AS, inilah delapan kecelakaan udara yang mengerikan yang mendera sejumlah tim olahraga.

Sebuah pesawat yang membawa tim sepak bola Brasil jatuh saat hampir memasuki kota Medellin di Kolombia, menewaskan hampir semua 81 orang di dalamnya.

Pesawat carteran itu membawa anggota tim sepak bola Chapecoense, yang dalam perjalanan untuk tampil di final kompetisi klub, Piala Amerika Selatan.

Sebelum Chapecoense , sejumlah tim lain sudah pula tragedi sejenis. Inilah beberapa di antaranya.


1949 Il Grande Torino

Pada bulan Mei 1949, sebuah pesawat yang membawa tim sepak bola Torino menabrak gunung dekat Turin menewaskan 31 orang.

Pada saat itu, "Il Grande Torino" adalah tim yang dominan di Italia, yang telah memenangkan lima gelar Italia.

Klub tidak pernah benar-benar pulih dari duka akibat kecelakaan yang menewaskan hampir seluruh skuad.

1958: Bencana udara Muenchen

Sebuah pesawat yang membawa tim sepak bola Manchester United (dikenal pada saat itu sebagai "Busby Babes" berdasarkan nama manajernya, Sir Matt Busby) jatuh saat lepas landas dalam perjalanan kembali dari pertandingan Piala Eropa melawan Red Star Belgrade.

Delapan pemain United dan 15 orang lain tewas dalam kecelakaan itu.

Saat itu salju turun salju di Muenchen dan ketika pilot berusaha untuk lepas landas untuk ketiga kalinya pesawat menghempas landasan. Sebelah sayapnya menghantam sebuah rumah dan pesawat kemudian menghantam bangunan lain, menyebabkan kebakaran.

Hak atas foto AP
Image caption Pesawat yang membawa tim Manchester United jatuh setelah gagal lepas landas di Muenchen

1961 Tim Skating AS

Semua 18 anggota tim figure skating Amerika Serikat berada di antara 73 orang yang tewas saat pesawat mereka jatuh di dekat bandara Brussels, saat mencoba untuk mendarat.

Tim itu sedang dalam perjalanan ke Praha, Cekoslovakia waktu itu, untuk mengambil bagian dalam kejuaraan dunia, yang kemudian dibatalkan.

AS sangat dominan dalam olahraga itu pada tahun 1950, tetapi kehilangan begitu banyak atlet - dan pelatih dalam tragedy itu- membuat prestasi mereka terpuruk bertahun-tahun sebelum bisa bangkit kembali.

1972 Alive

Pada Jumat 13 Oktober, pesawat Fokker "Fairchild" membawa Old Christians, sebuah tim rugby Uruguay, lenyap dalam perjalanan dari ibukota Uruguay Montevideo ke Santiago di Chile.

Dua bulan kemudian, Angkatan Udara Chili menemukan 14 korban yang selamat dari kecelakaan itu. Dua lagi terjebak selama 10 hari dalam kondisi kutub utara yang menggigil, sebelum akhirnya diselamatkan sejumlah gembala di kaki pengunungan Andes.

Kisah ini menjadi sangat terkenal setelah dibuat buku dan kemudian film, berjudul Alive, yang mengupas tentang antara lain bagaimana mereka terpaksa makan daging manusia untuk menangkal kelaparan.

Hak atas foto AFP
Image caption Tim rugby Uruguay, reuni para penyintas kecelakaan pesawat, 30 tahun kemudian.

1979 FC Pakhtakor Tashkent

Pada bulan Agustus 1979, 17 anggota tim sepak bola Pakhtakor Tashkent tewas saat pesawat mereka mengalami tabrakan di udara di atas apa yang sekarang merupakan Ukraina.

Semua yang berada di kedua pesawat tewas dalam kecelakaan itu - seluruhnya 178 orang.

Setiap tim lain dari seluruh Uni Soviet kemudian menyumbangkan pemain untuk FC Pakhtakor agar klub itu bisa menyelesaikan kompetisi musim itu.

1987 Alianza Lima

Tim sepak bola Alianza Lima, salah satu klub Peru paling sukses, sedang dalam perjalanan kembali ke Lima ketika pesawat menghujam laut beberapa menit sebelum mendarat.

Seluruh tim Alianza Lima berada di antara 43 orang yang tewas dalam kecelakaan itu.

Satu-satunya yang selamat adalah pilot pesawat.

1993 Tim nasional sepak bola Zambia

Delapan belas anggota tim nasional sepak bola Zambia tewas ketika pesawat Angkatan Udara Zambia yang mereka tumpangi jatuh di dekat Gabon pada tanggal 28 April 1993, dalam perjalanan ke Senegal untuk bertanding dalam kualifikasi Piala Dunia.

Laporan resmi atas insiden sepuluh tahun kemudian menyatakan, kecalakan itu akibat masalah mekanik di mesin kiri.

Namun akibat 'lampu indikator yang cahayanya redup,' pilot secara keliru mematikan mesin kanan yang sebetulnya masih berfungsi, menyebabkan pesawat kehilangan semua daya dan mengalami kecelakaan, kata laporan itu.

Hak atas foto AFP
Image caption Sebagian puing pesawat yang membawa tim Lokomotiv Yaroslav, jatuh di dekat Sungai Tunoshna, anak sungai Volga.

Tim hoki es Lokomotiv Yaroslavl 2011

Tim yang merupakan juara hoki es tiga kali Rusia, Lokomotiv Yaroslavl tumpas karena kecelakaan udara pada September 2011.

Pesawat sedang dalam penerbangan menuju Belarus untuk pertandingan pertama musim itu, namun kemudian jatuh dan terbakar. Sebagian reruntuhan dan jenazah korban jatuh di dekat Sungai Tunoshna, anak sungai Volga.

Sekitar 36 pemain dan ofisial tewas dalam kecelakaan itu, bersama dengan tujuh awak. Pemain lainnya meninggal di rumah sakit.

Berita terkait