Tragedi Chapecoense: Pemerintah mengatakan bukti menunjukkan pesawat kehabisan bahan bakar saat mencoba mendarat

Fans sepakbola Brasil Hak atas foto Reuters
Image caption Fans berkumpul di stadion Atletico Nacional di Medellin pada malam yang dijadwalkan berlangsungnya pertandingan.

Pemerintah Kolombia mengatakan semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa pesawat yang membawa tim sepak bola Brasil itu jatuh karena kehabisan bahan bakar saat pesawat berupaya mendarat.

Kepala penerbangan sipil Alfredo Bocanegra mengatakan pemeriksaan awal di lokasi menunjukkan pesawat itu 'tidak memiliki bahan bakar saat terjadi kecelakaan.'

Hal ini dipertegas dengan rekaman yang bocor, yang menunjukkan pilot terdengar meminta izin untuk mendarat karena matinya sistem listrik dan kekurangan bahan bakar.

Dari 77 orang penumpang dan awak, hanya enam yang selamat.

"Setelah melakukan pemeriksaan di semua puing dan bagian dari pesawat, kami bisa menegaskan dengan jelas, bahwa pesawat kehabisan bahan bakar pada saat terjadinya kecelakaan," kata Bocanegra dalam sebuah konferensi pers.

"Oleh karena itu, kami telah memulai proses untuk menyelidiki dan menguraikan mengapa pesawat ini tidak memiliki bahan bakar pada saat terjadinya kecelakaan."

Berbicara pada konferensi pers yang sama, pejabat penerbangan sipil Freddy Bonilla mengatakan bahwa peraturan-peraturan yang ditetapkan menyebutkan bahwa pesawat harus memiliki bahan bakar ekstra untuk cadangan selama 30 menit sehingga bisa mencapai bandara alternatif dalam keadaan darurat.

Listrik mati total

"Dalam hal ini pesawat tidak memiliki bahan bakar untuk menjangkau bandara alternatif," katanya.

Ia menambahkan: "Mesin adalah sumber listrik, tapi tanpa bahan bakar, jelas sumber listrik sepenuhnya akan hilang."

Dalam rekaman yang bocor itu, pilot terdengar memperingatkan terjadinya 'listrik mati total' " dan "habisnya bahan bakar."

Tepat sebelum rekaman itu berakhir, ia mengatakan ia terbang di ketinggian 9,000 kaki.

Pesawat itu jatuh ke kawasan bergunung-gunung dekat kota Medellin, Kolombia pada Senin (28/11).

Tidak adanya ledakan dari pesawat tersebut, yang menurut para ahli merupakan tanda bahwa pesawat itu kehabisan bahan bakar.

Para pejabat mengatakan "'kotak hitam' pesawat yang mencatat rincian penerbangan, akan dikirim ke Inggris untuk diperiksa oleh pabriknya, NAE, yang merupakan sebuah perusahaan Inggris.

Penyelidikan penuh atas kecelakaan ini diperkirakan akan memakan waktu selama berbulan- bulan.

Hak atas foto Reuters
Image caption Banyak penggemar Chapecoense menangis di stadion mereka di Chapeco, Brasil.

Tim sepak bola Chapecoense Brasil sedianya akan bermain dalam final melawan Atletico Nacional di Medellin pada Rabu malam (30/11).

Para penggemar yang beduka berkumpul di stadion Medellin di malam yang dijadwalkan untuk pertandingan. Sementara puluhan ribu penggemar lainnya memenuhi kampung halaman tim Chapecoense di Chapeco - untuk memberi penghormatan.

Banyak yang mengenakan baju berwarna putih dan membawa lilin sebagai tanda penghormatan.

Tim Chapecoense kehilangan 19 pemainnya dalam kecelakaan itu. Dua puluh orang wartawan juga tewas dalam peristiwa tersebut.

Dua pemain tim Chapecoense yang selamat disebut masih dalam kondisi kritis namun stabil. Adapun kiper cadangan klub tersebut harus diamputasi satu kakinya dan kemungkinan ia kehilangan dua-duanya.

Seorang wartawan yang terluka juga masih dalam kondisi kritis, ujar klub tersebut.