Bolivia tangkap kepala maskapai penerbangan yang menewaskan tim Brasil

Fans sepak bola Hak atas foto Getty Images
Image caption Para penggemar serta kerabat turut serta dalam upacara pemakaman pemain sepak bola di stadion Chapecoense, pada hari Sabtu (3/12).

Pihak berwenang di Bolivia menangkap kepala maskapai penerbangan pemilik pesawat yang jatuh dan menewaskan 71 orang, termasuk sebagian besar tim sepak bola Brasil, Chapecoense, pada pekan lalu.

Gustavo Vargas, seorang jendral purnawirawan angkatan udara, telah ditahan sebagai bagian dari penyelidikan kecelakaan itu.

Pesawat yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan kecil bernama LaMia ini, tengah mengangkut tim sepak bola menuju ke Kolombia kehabisan bahan bakar dan jatuh.

Seorang pejabat Bolivia mengatakan bahwa ia telah memperingatkan pilot tentang masalah ini sebelum pesawat lepas landas.

Pejabat yang bernama Celia Castedo itu, kini mencari suaka di Brasil karena menurutnya ia mendapat ancaman dan kekerasan.

Tim Chapecoense melakukan perjalanan ke kota Medellin untuk bermain laga pertama final Copa Sudamericana melawan Atletico Nacional.

Pesawat buatan Inggris dengan nomor penerbangan BAE 146 Avro RJ85 ini kehabisan bahan bakar saat mendekati bandara di kota Medellin pada tanggal 28 November lalu.

Dalam sebuah rekaman yang bocor, terdengar sang pilot, Miguel Quiroga, menyebutkan 'listrik yang mati total' dan 'bahan bakar habis."

Luput dari peradilan

Seorang pejabat Bolivia, Celia Castedo, mengatakan ia sudah memperingatkan Quiroga sebelum keberangkatan, bahwa penerbangan panjang antara Bolivia selatan dan Medellin melampaui batas jangkauan maksimum pesawat.

Ia kini mencari suaka di Brasil dan mengatakan bahwa dirinya mendapat ancaman

Hak atas foto Reuters
Image caption Tim sepak bola Paris Saint Germain adalah salah satu dari banyak klub yang memberi penghormatan terakhir kepada Chapecoense di putaran terakhir Liga Champions.

Otoritas di Brazil mengatakan, proses suaka ini bisa memakan waktu selama satu tahun.

Menteri Pemerintah Bolivia Carlos Romero mendesak pihak berwenang Brasil untuk memulangkannya.

"Apa yang telah dilakukannya adalah hal yang sangat serius," katanya. "Ini merupakan cara untuk melarikan diri sistem peradilan."

Tidak ada peringatan

Enam orang selamat dalam kecelakaan itu. Salah satunya adalah kru pesawat Erwin Tumuri, yang mengatakan pilot mengisi bahan bakar pertamanya di kota Cobija, Bolivia.

Tidak ada peringatan kepada awak atau para penumpang bahwa pesawat tengah menghadapi masalah listrik atau bahan bakar, kata Tumuri kepada stasiun televisi Brasil, Globo TV.

Maskapai penerbangan LaMia awalnya terdaftar di Venezuela, sebelum memindahkan kantor pusatnya ke Bolivia. Mereka hanya memiliki tiga pesawat, namun hanya dua yang dioperasikan.

Hak atas foto EPA
Image caption Para jaksa di Bolivia menyita sejumlah dokumen dari kantor maskapai penerbangan LaMia di Santa Cruz.

Pesawat itu disewa oleh Chapecoense untuk pertandingan terbesar dalam sejarah klub itu, melawan Atletico Nacional.

Klub, yang berasal dari kota Chapeco itu didirikan pada tahun 1973 dan belum pernah mencapai final turnamen internasional.

Sehari setelah tragedi itu, tim Atletico Nacional mengatakan mereka menyerahkan gelar juaranya kepada Chapecoense.

Pada hari Senin (5/12), Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan (Conmebol) menyatakan Chapecoense resmi juara Piala Sudamericana, kompetisi yang paling bergengsi kedua di Amerika Selatan.