Petra Kvitova merasa 'beruntung masih hidup' setelah serangan pisau

Petra Kvitova Hak atas foto PA/Adam Davy
Image caption Keikutsertaan Petra Kvitova di Australia Terbuka yang dimulai 16 Januari 2017 kini diragukan.

Juara dua kali Kejuaraan Tenis Wimbledon, Petra Kvitova, mengaku merasa 'beruntung masih hidup' setelah cedera karena serangan pisau.

Petenis berusia 26 tahun itu sampai perlu dioperasi karena luka di empat jari di tangan kiri, yang merupakan tangan utamanya untuk main tenis.

Serangan di rumahnya di Prostejov, Republik Ceko, Selasa (20/12), merupakan aksi pencurian yang terjadi secara serampangan, jadi bukan dengan sasaran khusus Kvitova, menurut pihak manajemennya.

"Saya gemetaran. Cederanya berat dan saya akan bertemu dengan ahli spesialis," katanya.

Kvitova saat ini berada di peringkat 11 putri dunia dan sudah meraih 19 gelar juara, termasuk turnamen bergengsi Wibledon tahun 2011 dan 2014.

Sepertinya dia mengizinkan masuk seseorang pria yang mengaku sebagai petugas layanan umum dan saat membela diri dari serangan itulah, tangannya cedera.

Penyerangnya melarikan diri dan sedang dicari oleh polisi.

Hak atas foto EPA/FACUNDO ARRIZABALAGA
Image caption Kvitova meraih juara tunggal putri Wimbledon tahun 2011 dan 2014.

Kvitova juga menderita cedera urat dan ligamen di tangan kirinya namun belum diketahui persis skala dari cedera yang dideritanya.

Sebelum serangan dia mengumumkan bahwa cedera kaki membuat dia tidak bisa ikut Piala Hopman di Perth, Australia, Januari mendatang.

Dan agaknya keikutsertaannya di pembuka Grand Slam tahun ini juga diragukan, mengingat Australia Terbuka sudah akan dimulai pada 16 Januari.

Topik terkait

Berita terkait