Rusia akui keberadaan program doping

rusia, doping Hak atas foto PA
Image caption Sebuah investigasi yang diperintahkan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menyebutkan Kementerian Olahraga Rusia "mengarahkan, mengatur, dan mengawasi" manipulasi sampel urine para atlet.

Untuk pertama kalinya, pejabat resmi Rusia mengakui pelaksanaan program doping yang melibatkan atlet-atlet Rusia di berbagai cabang olah raga.

Pengakuan itu terungkap ketika Anna Antseliovich, pelaksana tugas direktur jenderal badan anti-doping Rusia, diwawancarai harian New York Times.

"Itu adalah konspirasi institusi," kata Antseliovich, seraya membantah bahwa program doping disponsori oleh negara.

Vitaly Smirnov, pria berusia 81 tahun yang merupakan mantan menteri olahraga pada era Uni Soviet dan telah ditunjuk Presiden Vladimir Putin untuk mereformasi sistem anti-doping, enggan menunjuk siapa saja yang bertanggung jawab.

"Dari sudut pandang saya, sebagai mantan menteri olah raga dan presiden komite Olimpiade, kami telah membuat banyak kesalahan," kata Smirnov kepada New York Times.

Bocoran dokumen milik Asosiasi Federasi Atletik Internasional (IAAF) mengklaim bahwa lebih dari 1.000 atlet Rusia diuntungkan oleh doping pada periode 2011 hingga 2015.

Bahkan, temuan terbaru menyebutkan Rusia menjalankan program doping yang disponsori negara pada Olimpiade Musim Dingin Sochi pada tahun 2014.

Hak atas foto AP
Image caption Vitaly Smirnov, pria berusia 81 tahun yang merupakan mantan menteri olahraga pada era Uni Soviet dan telah ditunjuk Presiden Vladimir Putin untuk mereformasi sistem anti-doping, mengatakan pihaknya berbuat banyak kesalahan.

Perbuatan curang

Pada Juli lalu, sebuah investigasi yang diperintahkan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menyebutkan Kementerian Olahraga Rusia "mengarahkan, mengatur, dan mengawasi" manipulasi sampel urine para atlet.

Laporan WADA kedua yang dilakoni profesor hukum asal Kanada, Richard McLaren, mengatakan ada kecurangan dalam skala yang belum pernah terjadi saat Olimpiade 2012 di London.

Berdasarkan laporan McLaren, garam dan kopi digunakan untuk memanipulasi sampel urine atlet-atlet Rusia dan sistem itu dibuat lebih tersembunyi dalam Olimpiade London 2012, Kejuaraan Dunia 2013 di Moskow, dan Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi.

Pejabat-pejabat Rusia sebelumnya membantah pelaksanaan program doping.

Namun, IAAF telah melarang kontingen Rusia untuk berpartisipasi dalam kompetisi atletik internasional

Topik terkait

Berita terkait