Diskriminatif pada perempuan, lokasi cabang golf Olimpiade Tokyo terancam pindah

Jepang, golf, Kasumigaseki Hak atas foto Reuters
Image caption Klub Kasumigaseki memiliki 1.200 anggota tetap yang semuanya laki-laki dengan membayar setara Rp1,2 miliar per tahun.

Federasi Golf Internasional, IGF, mempertimbangkan untuk memindahkan tempat pertandingan golf Olimpiade Tokyo 2020 dari klub golf yang sudah ditunjuk.

Alasannya adalah klub bersangkutan menolak untuk menerima perempuan sebagai anggota penuh.

Wakil Presiden IGF, Ty Votaw, mengatakan klub golf Kasumigaseki harus memenuhi persyaratan dalam Traktat Olimpiade, yang melarang semua bentuk diskriminasi termasuk jenis kelamin.

Saat ini Kasumigaseki hanya menerima perempuan sebagai anggota paruh waktu dan membatasi waktu main golf untuk mereka.

Klub tersebut memiliki 1.200 anggota tetap yang semuanya laki-laki dengan membayar US$90.000 per tahun atau sekitar Rp1,2 miliar, seperti dilaporkan wartawan BBC, Celia Hatton.

Hak atas foto AFP/TORU YAMANAKA
Image caption Gerbang klub Kasumigaseki, yang antara lain melarang perempuan main pada hari Minggu.

Rapat klub sudah digelar Selasa (07/02) untuk membahas perubahan persyaratan keanggotaan namun tidak berhasil mencapai keputusan.

Ketua klub, Kiichi Kumura, mengatakan kepada para wartawan setempat bahwa masalah itu akan dibicarakan lagi lebih lanjut.

"Kami bingung dengan situasi saat ini. Kami sepakat (untuk menjadi tuan rumah kejuaran golf Olimpiade) karena permintaan mereka namun kami tidak pernah mengusulkan diri," jelasnya.

Ketua Pengelola Tokyo 2020, Yukihiko Nunomura, sudah mendapat berita tentang tidak tercapainya kesepakatan untuk mengubah peraturan di klub Kasumigaseki namun berharap mereka akan bergerak menuju kesetaraan gender.

Persiapan Olimpiade Tokyo 2020 sejauh ini diwarnai beberapa masalah, yang paling utama adalah rencana pengeluaran biaya yang membengkak.

Topik terkait

Berita terkait