Ranieri: Leicester punya nyali besar

Jamie Vardie
Image caption Kendati kalah 1-2, gol tandang Jamie Vardie memelihara peluang Leicester untuk lolos ke babak perdelapan final melalui laga kedua di kandang mereka.

Bos Leicester, Claudio Ranieri memuji 'nyali besar' yang ditunjukkan timnya setelah mencetak gol tandang yang sangat penting dalam kekalahan 1-2 dari Sevilla di laga pertama 16 besar Liga Champions

Jamie Vardy mencetak gol tandang itu sebagai gol pertamanya dalam 10 pertandingan -paceklik gol sejak 10 Desember.

Kendati kalah 1-2, gol tandang Jamie Vardie memelihara peluang Leicester untuk lolos ke babak perdelapan final melalui laga kedua di kandang mereka.

Di pertandingan lain, Juventus menundukan Porto 2-0 dalam pertandingan kandang yang mempertemukan dua kiper terbaik pada masanya, Gianluigi Buffon dan Iker Casillas.

Laga kedua yang akan menentukan nasib Leicester akan berlangsung di King Power Stadium, 14 Maret.

"Kami menunjukkan perjuangan keras," kata Ranieri kepada BBC.

"Kalau kita bermain dengan watak ini, keberuntungan akan menghampiri. Kami harus terus berjuang," katanya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Penyelamatan penalti oleh Schmeichel duianggap titik balik permainan Leicester.

Gol Vardy, dikatakannya, akan mengangkat kepercayaan diri Vardy, dan tim yang di liga primer terpuruk di papan bawah.

"Ujung tombak perlu mencetak gol, perlu memperoleh keyakinan," katanya.

"Gol ini membuka lagi kepercayaan diri kami," tandas Ranieri.

Penyelamatan penalti

Bekas pemain belakang Manchester United Phil Neville, mengatakan, memang dalam pertandingan ini Leicester tampak berjuang lebih keras dibanding pertandingan-pertandingan lain sepanjang musim ini. Khususnya setelah kiper mereka, Kasper Schmeichel membendung tendangan penalti Joaquin Correa saat kedudukanmasih 0-0.

"Saya kira penyelamatan penalti itu bisa menjadi titik balik buat Leicester untuk musim ini," kata Neville.

"Mereka tak begitu beruntung sejauh ini, dan kita lihat moral mereka sangat terangkat. Mereka masih bisa lolos," tandasnya.

Pertemuan dua legenda

Dalam pertandingan lain di Porto, tim tamu Juventus dari Italia mengalahkan tuan rumah 2-0.

Ini pertandingan yang banyak dilihat sebagai pertemuan antara dua kiper terbaik pada masanya, Iker Casillas dan Gianluigi Buffon.

Iker Casillas dan Gianluigi Buffon tak pernah bermain dalam satu liga, namun dua kiper legendaris pemenang Piala Dunia ini sudah 17 kali saling berhadapan.

Hak atas foto EPA
Image caption Iker Casillas dan Gianluigi Buffon tak pernah bermain dalam satu liga, namun dua kiper legendaris pemenang Piala Dunia ini sudah 17 kali saling berhadapan -dan mereka saling mengagumi satu sama lain.

Kedua kiper adalah juara dunia -Casillas bersama Spanyol dan Buffon bersama Italia - dan juara Liga Champions (Casillas bersama Real Madrid dan Buffon bersama Juventus- yang saling mengagumi satu sama lain.

Kali ini Buffon berada di pihak yang beruntung.

Dua pemain pengganti, Marko Pjaca dan Daniel Alves mencetak gol dalam rentang dua menit untuk membuat Juventus pulang ke Torinoi dengan keunggulan dua gol -tandang.

Tim berjuluk si Nyonya Tua itu bahkan kalah 0-1, atau kalah selisih dua gol asal tetap mencetak gol dalam laga kedua nanti, akan tetap lolos ke perdelapan final.

Berita terkait