Jamie Vardy ‘sakit hati’ dianggap terlibat dalam pemecatan Ranieri

Claudio Ranieri dan Jamie Vardy Hak atas foto Getty Images
Image caption Jamie Vardy mencetak gol pada 11 pertandingan Liga Primer secara beruntun yang membantu Leicester City meraih gelar juara pada musim 2015-2016.

Ujung tombak Leicester City, Jamie Vardy, mengatakan bahwa spekulasi yang menyebut dia terlibat dalam pemecatan manajer Claudio Ranieri "tidak benar dan sangat menyakitkan".

Ranieri dipecat pada Kamis (23/02), sembilan bulan setelah pria asal Italia itu menuntun Leicester meraih gelar juara Liga Primer musim lalu.

"Claudio telah dan akan selalu mendapat rasa hormat saya sepenuhnya," sebut Vardy di Instagram.

"Ada spekulasi bahwa saya terlibat dalam pemecatannya dan itu sama sekali tidak benar, tidak berdasar, dan sangat menyakitkan.

"Satu-satunya kesalahan kami sebagai tim adalah tidak tampil baik, yang kami sadari baik di ruang ganti maupun di hadapan publik. Dan kami akan lakukan yang terbaik untuk menebusnya."

The Foxes—julukan Leicester City—merosot ke zona degradasi menyusul kemenangan Crystal Palace atas Middlesbrough.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Leicester City kini berkubang di zona degradasi Liga Primer.

Jamie Vardy, yang musim lalu mencetak 24 gol, kini performanya tenggelam.

Dia baru mengakhiri sembilan pertandingan tanpa menjebol gawang lawan setelah mencetak satu-satunya gol dalam kekalahan 1-2 Leicester City dari Sevilla di ajang Liga Champions. Usai pertandingan itulah, Ranieri didepak.

"Dia yakin pada saya ketika banyak orang tidak dan untuk itu saya selamanya menyampaikan terima kasih. Saya berharap Claudio mendapat yang paling, paling baik untuk apapun yang terjadi di masa depan. Terima kasih Claudio untuk segalanya," tandas Vardy.

Vardy bukan satu-satunya pemain yang mengucapkan terima kasih kepada Ranieri melalui media sosial. Andy King, Riyad Mahrez, dan Danny Simpson menuliskan ucapan mereka masing-masing.

"Rasa hormat yang besar untuk orang hebat ini yang membantu kami menggapai sejarah. Anda menolong saya membangun diri sebagai pemain dan memberikan keberanian yang saya perlukan. Anda yakin pada saya sejak hari pertama, Terima kasih untuk segalanya dan semoga berhasil," tulis Mahrez melalui Twitter.

Topik terkait

Berita terkait