Luis Enrique mundur, siapa pelatih Barcelona mendatang?

Luis Enrique Hak atas foto Getty Images
Image caption Luis Enrique membawa Barcelona memenangkan tiga trofi di musim pertamanya, namun di musim ketiganya dihadapkan pada situasi pelik.

Pencarian dimulai terhadap pengganti Luis Enrique, yang mengatakan akan mundur di akhir musim dengan alasan membutuhkan 'istirahat'

Enrique, 46 tahun, mengungkapkan keputusannya sesudah timnya mengalahkan Sporting Gijon 6-1.

"Ini adalah keputusan yang sulit, namun dipikirkan matang-matang, dan saya pikir saya harus setia kepada apa yang saya pikirkan," kata Enrique.

"Ini tentang bagaimana saya hidup dengan profesi saya, dengan pencarian yang tidak pernah berakhir untuk mendapatkan solusi dan untuk mendongkrak tim saya. Itu berarti saya hanya memiliki waktu yang sangat sedikit untuk beristirahat, hanya memiliki beberapa jam saja psetia harinya untuk lepas dari sepakbola."

Ini musim ketiga Enrique di Barcelona. Ia mengawali kepelatihan di klub yang dulu diperkuatnya sebagai pemain itu dengan mengantarkan Barcelona merebut treble kedua kalinya, disusul double di musim kedua.

Treble adalah memenangkan tiga trofi sekaligus: Liga Champion, Liga Spanyol La Liga, dan Piala Raja Copa del Rey. Barcelona pertama kali memperoleh treble saat ditangani Pep Guardiola, juga di musim pertamanya, pada tahun 2008-2009.

Luis Enrique memanangkan dua gelar di musim keduanya, namun kini ia menghadapi situasi pelik, karena di Liga Champions mereka terancam tersingkir dari 16 besar setelah kalah 0-4 di laga pertama dari Paris Saint Germain. Sementara di La Liga, Barcelona sempat tercecer, kendati kini posisinya membaik.

"Saya pikir akan baik bagi saya untuk berhenti di akhir musim, karena saya perlu istirahat. Itu motif yang utama."

"Yang terpenting sekarang adalah kami masih memiliki tiga bulan yang sangat menantang di semua tiga kompetisi. Dalam salah satunya (Liga Champions), kami berada dalam situasi yang sulit, tetapi jika bintang-bintang sedang baik posisinya, kami akan memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan."

Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu mengatakan, mereka harus menerima keputusan Luis Enrique.

"Luis Enrique telah membawa kesuksesan besar bagi kami, dan bisa terus sukses. Para pemain sangat termotivasi untuk itu."

Namun, katanya, "Kami menerima keputusan itu. Ia seorang pelatih yang hebat. Sekarang adalah waktunya kita mengakhiri masanya di Barcelona dengan cara terbaik."

Luis Enrique bermain untuk Barcelona antara 1996 hingga pensiun tahun 2004.

Ia melatih tim Barcelona B dari 2008 hingga 2011, lalu melatih di Roma dan Celta Vigo, sebelum kembali ke Barcelona menggantikan Ferardo Martino.

Koeman atau Laudrup?

"Ini bisa menjadi saat yang baik," kata Ernest Macia dari Radio Catalunya.

Mundurnya Enrique, menurutnya, bisa menjadi rangsangan bagi tim, karena sekarang ini Barcelona seperti tim yang kehilangan esensinya.

Hak atas foto Rex Features
Image caption Ronald Koeman yang kini melatih Everton, bermain untuk Barcelona dari 1989 hingga 1995.

"Luis Enrique telah kehilangan kendali atas tim, terutama di lini tengah. Tim warisan Pep Guardiola tampaknya makin kecil dan terus berkurang setiap hari," kata Ernest Macia pula.

"Barcelona adalah klub besar dan saya tidak yakin Enrique adalah pelatih yang bisa bertahan selama bertahun-tahun. Dia eksplosif. Dia melontarkan banyak sekali energi."

Lalu siapa yang pantas menggantikannya?

"Jorge Sampaoli berhasil mengangkat tim Sevilla secara luar biasa. Tapi saya tidak menganggapnya sebagai orang yang tepat karena ia tidak mengenal FC Barcelona. Ronald Koeman atau Michael Laudrup akan lebih tepat karena mereka tahu falsafah klub ini."

Guardiola merasa kehilangan

"Terima kasih atas segala yang telah dia lakukan," kata bekas pelatih Barcelona Pep Guardiola, tentang bekas rekan setimnya sebagai pemain di Camp Nou.

"Saya sedih karena kita akan kehilangan pelatih yang sempurna untuk Barcelona, dari segi kepribadiannya dan wataknya," katanya setelah Manchester City yang ditanganinya sekarang, mencukur Huddersfield, 5-1 di Piala FA.

"Selama tiga tahun ia memainkan sepakbola yang susah dipercaya, bersama para pemain yang luar biasa. Saya tak ubahnya seorang penggemar yang memiliki keanggotaan di Barcelona, dan saya cuma bisa berterima kasih," tambah Pep, yang memulai dominasi Barcelona ketika memenangkan treble di musim pertamanya di Barcelona, dan mengukuhkan permainan tiki-taka yang masyhur itu.

Topik terkait

Berita terkait