Nomor satu dunia dan juara All England, apa sasaran Kevin/Marcus selanjutnya?

  • 17 Maret 2017
Kevin/Marcus Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Kevin/Marcus baru pertama ke final All England dan langsung juara.

Pasangan Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, resmi menjadi ganda putra nomor satu dunia setelah secara gemilang menjuarai turnamen bergengsi, All England, di Birmingham, Inggris.

Dalam daftar terbaru yang dikeluarkan Federasi Buku Tangkis Dunia (BWF) Kevin/Marcus berada di posisi teratas dengan 73.051 poin, yang dikumpulkan dari 14 turnamen.

Di rilis sebelumnya, Kevin/Marcus berada di posisi lima dunia.

Kali ini keduanya menggeser pasangan Malaysia, Goh V Shem/Tan Wee Kiong yang harus puas di posisi dua dengan 72.467 poin dari 18 turnamen. Posisi tiga diisi oleh pasangan Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, yang meraih 70.265 poin dari 19 turnamen.

Lawan yang dibekuk Kevin/Marcus di final All England, Li Junhui/Liu YUchen dari Cina, naik dua peringkat ke posisi empat dengan 69.898 poin dari 17 turnamen.

Dan di posisi lima, ada Mathias Boe/Carsten Mogensen dari Denmark dengan 69.183 poin dri 11 turnamen.

Dari lima pasangan ganda putra terbaik di dunia saat ini, Kevin/Marcus bisa mengumpulkan poin terbesar, meski jumlah turnamen yang diikuti tak sebanyak para saingan, yang mengindikasikan prestasi keduanya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam satu tahun terakhir.

Tak berlebihan jika para pengamat mengatakan bahwa Kevin/Marcus sedang naik daun.

Hak atas foto Twitter
Image caption Pujian Adcock untuk Kevin/Marcus disebar ulang di Twitter lebih dari 1.600 kali.

Pemain Inggris, Chris Adcock, mengatakan kualitas permainan Kevin/Marcus luar biasa. Melalui Twitter, Adcock menyebut bahwa permainan Kevin/Marcus, seperti yang diperlihatkan di All England, di atas pasangan-pasangan lain.

Pengamatan di lapangan menunjukkan, Kevin/Marcus mengandalkan permainan cepat dan agresif. Lawan yang tak sempat mengembangkan permainan akan dibungkam dalam waktu yang relatif singkat.

Selain mengandalkan smash-smash tajam, keduanya juga efektif memanfaatkan servis bola pendek untuk mendapatkan poin.

Dari sisi mental atau psikologis, Kevin dan Marcus sepertinya tak peduli dengan kekuatan lawan. "Yang penting bermain sebaik-baiknya, kalau perlu mengeluarkan kemampuan 200%," begitu selalu kata Kevin menjawab pertanyaan soal strategi di lapangan.

Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi mengatakan bahwa 'mental baja' ini adalah salah satu kekuatan Kevin/Marcus, yang membuat mereka 'tidak kalah aura' dengan siapa pun lawan yang dihadapi.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Kevin/Marcus mengatakan akan menggunakan All England sebagai bantu loncatan untuk mendongkrak prestasi.

Dengan menjadi nomor satu dunia dan juara All England, apa yang menjadi sasaran berikutnya bagi Kevin/Marcus?

"Ya ini semua tentu akan menjadi motivasi untuk mencatat prestasi yang lebih baik lagi ke depan," kata Kevin kepada BBC Indonesia setelah menjuarai All England.

Marcus mengatakan bahwa ia dan Kevin sebenarnya pasangan relatif yang masih baru, sehingga harapannya ke depan tentu saja adalah makin padu.

"Awal-awalnya kan juga belum bisa tampil maksimal... ke depan semoga bisa lebih klop, lebih enaik lagi," kata Marcus.

Topik terkait

Berita terkait