Arsene Wenger seorang diktator yang egois?

Arsenal manager Arsene Wenger Hak atas foto Rex Features
Image caption Arsenal memenangkan tiga gelar Liga Primer di bawah Arsene Wenger, namun yang terakhir direbutnya tahun 2004.

Arsene Wenger adalah seorang diktator dan, egois, dan bagai 'seorang paman yang tak mau pergi dari pesta' kata bekas pemain Chelsea, Chris Sutton.

Wenger yang menangani Arsenal sejak 1996, mengatakan ia sudah mengambil keputusan tentang apa yang akan dilakukannya dan akan 'segera' mengabarkannya.

Arsenal terancam mengakhir musim tanpa trofi, dan menurut Chris Sutton Wenger mesti meninggalkan jabatannya.

"Ini merupakan kediktatoran, dan ia dikelilingi oleh orang-orang yes men," tambah Sutton. Yes men ini padanan untuk ABS atau asal bapak senang.

Kontrak Wenger's berakhir di ujung musim ini, namun ia sudah ditawari perpanjangan dua tahun lagi.

Pelatih asal Prancis ini mengalami tekanan kian besar untuk mundur dalam beberapa pekan terakhir mengingat Arsenal terlempar dari zona empat besar Liga Primer dan tersingkir dari Liga Champions akibat menderita kekalahan dengan skor di dua laga, 2-10 saat melawan Bayern Muenchen.

Spanduk anti-Wenger dibentang makin banyak oleh para penggemar Gunners di ujung pertandingan melawan West Brom yang berakhir dengan kekalahan 3-1, akhir pekan lalu.

Hak atas foto PA
Image caption Makin banyak penggemar Arsenal yang menuntutnya untuk hengkang.

Kepada BBC, Chris Sutton yang ikut mengantar Blackburn Rovers merebut gelar tahun 1995, mengatakan, "Dia (Wenger) telah bersikap egois. Saya kaget bahwa (asisten) Steve Bould tak bisa meyakinkannya tentang realitas ini."

"Dia membawa kemunduran klub. Kini mereka menerima saja mediokritas, menjadi tim yang sedang-sedang saja."

"Yang dilakukannya di pasar transfer belakangan ini semuanya gagal,"

"Lakukalahn hal yang tepat, jika tidak bisa melakukannay, katakan saja," tandas Sutton.

Berita terkait