Suriah membuka peluang untuk lolos ke Piala Dunia 2018

Suriah, Piala Dunia Hak atas foto Rex-Features
Image caption Timnas Suriah sejauh ini mencatat dua kemenangan dan dua seri dalam babak ketiga penyisihan Piala Dunia 2018.

Kedudukan 0-0 menjelang berakhirnya 90 menit dan hasil seri dengan Usbekistan akan menghancurkan mimpi Timnas Suriah untuk lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia.

Namun detik-detik terakhir, Suriah mendapat penalti dan Omar Kharbin mengeksekusi dengan baik dan peluang menjadi terbuka kembali, walau tetap belum pasti.

Kemenangan 1-0 membuat Suriah naik ke peringkat tiga menggeser Usbekistan di Grup A kawasan Asia. Peringkat satu dan dua akan otomatis maju ke putaran final sementara peringkat tiga akan ikut putaran play off.

Suriah masih menghadapi tiga pertandingan lagi, yaitu melawan Korea Selatan (saat ini di peringkat dua), Cina (peringkat lima), dan Qatar (di peringkat paling bawah).

Jadi peluang negara yang sedang dicabik-cabik perang ini untuk ikut putaran play off memang cukup besar.

Manajer Timnas Suriah, Ayman Hakeem, menangis saat konferensi pers setelah pertandingan dan mendedikasikan kemenangannya kepada rakyat Suriah.

Image caption Keputusan memindahkan pertandingan Suriah-Usbekistan dipindahkan ke Stadion Hang Jebat di Malaka diketahui 72 jam sebelum pertandingan.

Pertandingan kandang di Malaysia

Karena sedang menghadapi sanksi internasional dan juga masalah keamanan, maka pertandingan kandang Timnas Suriah digelar di negara nettral dan Malaysia menjadi 'kandang' mereka sejak September tahun lalu.

Dan sepertinya untuk bertanding saja memerlukan perjuangan bagi Timnas Suriah karena awalnya pertandingan akan digelar di Stadion Rahman di Serembam namun 72 jam sebelum pertandingan, pihak berwenang mengatakan stadion tidak tersedi..

Pertandingan kemudian dipindahkan ke Stadion Hang Jebat di Malaka, Kamis (23/03), sekitar 60km dari tempat rencana awal.

Image caption Sekelompok pendukung tim tamu Usbekistan ikuti meramaikan pertandingan di Stadion Hang Jebat.

Pertandingan melawan Usbekistan di stadion berkapasitas 40.000 penonton itu, disaksikan sekitar 350 penonton, termasuk beberapa pendukung tim tamu Usbekistan.

Jenderal Mowaffak Joumaa -Presiden Komite Olimpiade Nasional Suriah dan anggota parlemen- ikut menonton. Waktu Olimpiade di London tahun 2012, dia tidak mendapat visa karena dianggap memiliki hubungan dekat dengan Presiden Bashar al-Assad.

Berita terkait