Antonio Conte mengaku 'binatang' saat pertandingan

Chelsea, Antonio Conte Hak atas foto PA/Nigel French
Image caption Antonio Conte terkenal banyak energi saat di pinggir lapangan dengan suara yang keras.

Manajer Chelsea, Antonio Conte, mengatakan bahwa dia adalah 'binatang' saat pertandingan berlangsung dengan merujuk ada dua Antonio.

Hal tersebut disampaikannya setelah klub asuhannya menang 3-0 atas Everton dalam pertandingan Liga Primer, Minggu (30/04).

Kemenangan itu membuat mereka menjaga selisih empat angka dari peringkat dua sementara, Tottenham Hotspur, yang menang 2-0 dalam derby London melawan Arsenal.

"Ada dua Antonio. Dua orang yang berbeda," kata pria Italia berusia 47 tahun tersebut.

"Saat pertandingan, saya tahu saya adalah binatang."

"Setelah pertandingan, saya harus santai jika kami menang, namun saya pikir baik untuk merayakan kemenangan dengan para pemain, karyawan, dan pendukung. Saya hidup untuk itu," tambahnya.

Hak atas foto Reuters
Image caption Conte berlari di pinggir lapangan untuk merayakan setiap gol dalam kemenangan 3-0 atas Everton.

Dengan sisa empat pertandingan di musim ini, Chelsea masih membutuhkan tiga kemenangan lagi untuk memastikan sebagai juara Liga Primer.

Conte mengantarkan Juventus merebut tiga kali berturut-turut juara Seri A Italia sepanjang 2012 higga 2014.

Dia terkenal sebagai manajer yang banyak energi dengan suara yang keras jika memberi arahan kepada para pemainnya dari pinggir lapangan saat pertandingan.

Hak atas foto Reuters
Image caption Chelsea membutuhkan tiga kemenangan dari empat pertandingan sisa untuk memastikan gelar juara Liga Primer.

Ketika menang melawan Everton, dia merayakan setiap gol dengan memukul ke udara dan berlari di pinggir lapangan.

Namun dalam konferensi pers atau wawancara setelah pertandingan, mantan manajer Timnas Italia ini tampak tenang.

"Kami harusnya senang karena kami memainkan pertandingan dengan kepala, dan di musim ini penting bagi kami untuk menggunakan kepala, kemudian hati, dan baru kaki," jelasnya.

Conte amat percaya dengan mantra tersebut dan tahun 2014 lalu dia menulis buku berjudul Testa, cuore e gambe atau Kepala, hati, dan kaki.

Berita terkait