Bintang tenis meja Cina dituduh berutang Rp4,3 miliar di kasino

Cina, Kong Linghu Hak atas foto Getty Images
Image caption Begitu jagonya Kong Linghu main tenis meja sampai mendapat julukan Pangeran Ping Pong.

Pemain tenis meja terkenal Cina diberhentikan sementara dari jabatan pelatih tim nasional perempuan karena dugaan berutang di kasino.

Kong Linghui dituduh menunggak sampai S$454.375 atau sekitar Rp4,3 miliar oleh sebuah kasino di Singapura.

Kong Linghui- langsung dipulangkan dari Kejuaraan Dunia Tenis Meja yang sedang berlangsung di Jerman.

Dia mengaku berada di kasino Marina Bay Sand namun membantah hutang itu berasal darinya namun dari orang lain.

Bagaimanapun Marina Bay Sand mengajukan gugatan hukum atasnya di Hong Kong namun menolak untuk memberikan komentar kepada BBC.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Gedung Marina Bay Sand sudah menjadi salah satu ikon Singapura.

Pria berusia 41 tahun tersebut mengatakan ia berada di Singapura selama empat hari pada Februari 2015 lalu, bersama orang tua, saudara, dan teman-temannya.

"Baru hari ini, setelah media melaporkan insidennya, saya mengetahui bahwa seseorang meninggalkan hutang yang tidak terselesaikan di kasino itu," tuturnya dalam sebuah pernyataan di Weibo.

"Saya terbawa ke dalam gugatan hukum. Saya mendesak segera pengutang memperlihatkan diri dan menjelaskan faktanya."

Gugatan hukum yang diajukan ke pengadilan Hong Kong menyebut Kong meminta S$1 juta dari kasino dan menyetor uang muka sebagai 'pemain premium' namun hanya membayar S$545.625

Kong bergabung dengan tim tenis meja nasional Cina ketika masih berusuai 16 tahun dan menjadi pemain andalan dengan meraih medali emas di Olimpiade Atlanta 1996 serta medai emas dan perak di Olimpiade Sydney 2000.

Dia juga menjadi pemain ketiga di dunia yang merebut medali emas tenis meja di Kejuaraan Dunia, Piala Dunia, dan Olimpiade dalam satu tahun.

Tahun 2006 dia pensiun sebagai pemain dan tujuh tahun kemudian ditunjuk sebagai pelatih tim nasional perempuan Cina.

Topik terkait

Berita terkait