"Tak ada yang tak mungkin" buat juara Prancis Terbuka 2017 Jelena Ostapenko

Jelena Ostapenko memenangkan Prancis Terbuka Hak atas foto Getty Images
Image caption Peringkat Ostapenko akan naik ke 12 dunia setelah menang di Roland Garros.

Juara Prancis Terbuka Jelena Ostapenko yakin "semuanya bisa terjadi" dengan gayanya yang menyerang habis-habisan dan membawanya memenangkan titel Grand Slam pertamanya di Paris.

Petenis Latvia, 20, itu mengalahkan 54 pemenang untuk mencapai "mimpi" mengalahkan Simona Halep dari Romania dengan 4-6 6-4 6-3.

"Saya selalu punya kemungkinan untuk memukul bola dengan sangat keras," kata Ostapenko. "Jika saya punya peluang untuk mengejar pukulan itu, saya akan berusaha."

Dia adalah perempuan pertama non-unggulan yang memenangkan Prancis Terbuka sejak 1933.

Ini adalah penampilan kedelapannya dalam satu dari empat pertandingan besar tenis, penampilan paling sedikit oleh seorang juara sejak Maria Sharapova memenangkan Wimbledon pada 2004.

Di awal turnamen, peluangnya 100 banding 1, kini peringkatnya akan naik dari 47 ke 12 dunia menyusul kemenangan yang spektakuler.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Ostapenko memilih berkarier di tenis daripada dansa ballroom, sesuatu yang masih dilakukannya empat kali seminggu.

"Tak ada yang mengajari saya, itu cara saya bermain," kata Ostapenko. "Dan saya rasa karakter saya seperti itu. Saya akan benar-benar memukul bola itu."

Ostapenko mengalahkan juara Olimpiade Monica Puig, mantan finalis Sam Stosur, mantan pemain nomor satu dunia Caroline Wozniacki dan dua kali semi-finalis Timea Bacsinszky untuk mencapai final.

Tapi baru pada kemenangannya atas unggulan ketiga Halep, juara dua pada 2014 lalu, Ostapenko membayangkan kemungkinan memenangkan gelar juara.

"Saya pikir saat saya unggul 5-3 di set ketiga, saya sadar saya bisa memenangkan pertandingan ini," katanya. "Sebelum itu, saya melakukannya selangkah demi selangkah."

Sepanjang karier profesionalnya sebelum menang di Roland Garros, Ostapenko mendapat penghasilan £1 juta atau sekitar hampir Rp17 miliar, namun kini Ostapenko, yang berusia 20 pada Kamis, akan membawa pulang hadiah £1,65 juta (sekitar Rp28 miliar) untuk kemenangannya pada Sabtu.

"Saya bahkan tidak memikirkannya," kata dia. "Saya hanya memikirkan memenangkan gelar ini."

Juara junior Wimbledon pada 2014 ini kini akan menuju klub All England bulan depan bersama dengan para pesaingnya.

Ostapenko mengawali musim lapangan rumputnya di Birmingham di Aegon Classic, bersama dengan delapan dari 10 pemain beasr dunia, dan akan menuju ke Eastbourne untuk Aegon International.

"Tentu saja, kini mungkin saya akan menghadapi lebih banyak tekanan dan perhatian, tapi saya akan berusaha menghadapinya," katanya.

"Saya rasa ini akan sedikit sulit tapi saya memilih menjadi pemain tenis, inilah karir saya. Maka saya harusnya bisa menghadapinya."

Topik terkait