Bolt menang perlombaan lari 100m terakhirnya di Jamaika

Bolt memegang rekor 100m dunia dengan waktu 9,58 detik. Hak atas foto Getty Images
Image caption Bolt memegang rekor 100m dunia dengan waktu 9,58 detik.

Usain Bolt menandai perpisahan yang emosional di stadion yang terisi penuh di Jamaika dengan memenangkan lomba lari 100meter terakhirnya di negara asalnya sendiri.

Atlet berusia 30 tahun itu akan menutup kariernya yang cemerlang pada Agustus nanti, setelah Kejuaraan Dunia di London dan mengawali perpisahannya di hadapan 30.000 penggemarnya di Kingston.

Bolt, peraih delapan medali emas Olimpiade, dengan mudah memenangkan pertandingan 'Penghormatan pada Legenda' dalam kompetisi 100m pertamanya pada 2017, namun dia mengaku cemas.

"Larinya, baik-baik saya. Saya bilang itu biasa saja. Tapi saya tidak ingat pernah segugup ini lari 100m," katanya.

Bolt mencatat waktu 10,03 detik sebelum melakukan putaran kemenangan di depan penonton yang menyambutnya dengan tarian, mengibarkan bendera dan meniup vuvuzela, sementara kembang api menyala di angkasa.

Pemegang rekor dunia untuk 100m dan 200m itu kembali untuk mencium garis finish sebelum menampilkan pose 'petir' khasnya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Bolt mengawali pertandingannya dengan lambat sebelum melaju menang.

'Ini menunjukkan apa yang saya lakukan itu penting'

Bolt mungkin tak terlalu bahagia dengan hasilnya yang dia anggap "kemungkinan salah satu pertandingan terburuk saya" tapi dia tampak lebih khawatir dengan menjaga dirinya agar tidak cedera dan "memberi penampilan bagi penonton" dan menunjukkan "saya berterimakasih atas dukungan selama beberapa tahun".

Dia menambahkan, "Suasananya dan orang-orangnya, mereka datang dan memberi dukungan, benar-benar menegangkan. Saya tidak mengharapkan ini, saya tahu acara ini akan besar, tapi stadion sangat penuh jadi terima kasih sudah datang dan mendukung saya."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Perlombaan Bolt di Jamaica terjadi di lintasan yang sama di mana dia mengawali karier internasionalnya pada 2002.

Perdana Menteri Jamaica Andrew Holness dan PresidenAsosiasi Internasional Federasi Atletik Sebastian Coe juga hadir.

"Ini sesuatu yang besar, bahwa semua orang datang. Ini menunjukkan apa yang saya lakukan bagi olahraga lari adalah hal penting dan mereka menghargainya," kata Bolt.

'Saya ingin Bolt bisa lari 40 tahun lagi'

Hak atas foto Getty Images
Image caption Bolt disambut di stadion di Kingston untuk pertandingan 'Penghormatan pada Legenda'

Bolt telah memenangkan emas dalam perlombaan lari 100m, 200m, dan 4x100m di tiga Olimpiade berbeda - Beijing 2008, London 2012 dan Rio 2016.

Perolehan sembilan medali emas 'treble-treble'-nya yang belum pernah terjadi sebelumnya diturunkan menjadi delapan, setelah anggota timnya, Nesta Carter, yang merupakan bagian dari kuartet pemenang 4x100m di Beijing dites positif untuk bahan ilegal. Carter tengah mengajukan banding atas keputusan itu.

Namun tetap saja, kemenangan Bolt belum tertandingi dan dia memegang rekor dunia untuk 100m (9,58 detik) dan 200m (19,19).

"Saya ingin Usain Bolt bisa lari 40 tahun lagi. Dia akan dirindukan," kata penjual buah Carlos Morgan, yang ikut hadir pada pertandingan terakhir Bolt di Jamaica dan berasal dari daerah Trelawny, tempat asal Bolt.

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada olahraga ini ketika dia pensiun. Bolt adalah hadiah bukan hanya untuk Jamaika tapi juga bagi olahraga lari dan dunia."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Bolt mengatakan dia hanya akan lari 100m di Kejuaraan Dunia di London sebelum pensiun.

Topik terkait