Giliran Cristiano Ronaldo 'tersangkut' kasus pajak di Spanyol

Ronaldo, sepak bola, real madrid Hak atas foto AFP/CRISTINA QUICLER
Image caption Cristiano Ronaldo sudah membantah tuduhan penggelapan pajak yang diajukan kepadanya.

Pihak berwenang Spanyol akan mengajukan dakwaan kepada Cristiano Ronaldo, yang dituduh menggelapkan pajak sebesar US$16,5 juta atau sekitar Rp219 miliar.

Jaksa menduga dakwaan atas bintang Real Madrid dan Timnas Portugal itu terkait dengan pemasukan dari hak gambarnya antara tahun 2011 hingga 2014.

Bulan Desember lalu, sebuah dokumen yang bocor memperlihatkan Ronaldo menghindari pembayaran pahak dari pendapatan yang diduga disimpan di rekening luar negeri.

"Tertuduh mengambil keuntungan dari struktur sebuah perusahaan yang didirikan tahun 2010 untuk menyembunyikan pendapatan yang dihasilkan di Spanyol lewat hak gambarnya dari pihak pajak, yang merupakan pelanggaran 'sukarela' dan 'sadar' atas kewajiban keuangan di Spanyol," tulis pernyataan kejaksaaan Madrid.

Ronaldo sudah membantah tuduhan tersebut dan juru bicara agen Ronaldo mengatakan tenang saja dengan penyelidikan pajak karena tidak ada yang disembunyikan pemain sepakbola berusia 32 tahun tersebut.

Hak atas foto AFP/SAEED KHAN
Image caption Walau diganjar hukuman penjara 21 bulan terkait penggelapan pajak namun Messi tidak usah harus masuk penjara.

Kasus pajak yang menimpa para bintang sepak bola jelas bukan yang pertama kalinya di Spanyol. Sebelumnya Lionel Messi diganjar hukuman penjara 21 bulan dan denda 2 juta euro atau senilai Rp29 miliar terkait penggelapan pajak.

Bintang Barcelona dan Timnas Argentina itu tidak harus menjalani hukuman penjara karena berdasarkan hukum di Spanyol maka terpidana pertama dalam kasus non-kekerasan yang dihukum kurang dari dua tahun penjara tidak harus masuk penjara.

Hak atas foto Reuters
Image caption Mascherano juga didenda sekitar Rp11 miliar oleh kantor pajak Spanyol.

Sementara bek Barcelona yang juga pemain Timnas Argentina, Javier Mascherano, tahun lalu diganjar hukuman setahun penjara dan denda 800.000 euro atau sekitar Rp11 miliar dengan dakwaan menghindari pembayaran pajak.

Sedangkan bintang Barcelona lainnya, Neymar, terjerat kasus pajak di negara asalnya, Brasil, karena dituduh tidak melaporkan pemasukannya dari kontrak dengan klub Santos, Barcelona, Nike, dan sponsor lainnya.

Dalam pengadilan banding Maret 2017, pengadilan Brasil memutuskan untuk mengurangi denda atas Neymar sebesar 56,7 juta euro atau setara dengan Rp753 miliar menjadi hanya setengahnya saja.

Berita terkait